CIANJUR.CO – Google Labs meluncurkan Playground, platform eksperimental berbantuan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat gim berbasis browser melalui instruksi teks sederhana. Layanan ini memungkinkan pengguna menyusun gim tanpa keahlian pemrograman, desain, atau ilustrasi tradisional. Kehadirannya mencerminkan makin terbukanya proses pengembangan gim bagi orang yang tidak memiliki keterampilan teknis tersebut.
Peluncuran dilakukan pada Rabu oleh Google Labs, inkubator publik sekaligus platform eksperimen perusahaan teknologi itu. Berdasarkan laporan TechCrunch AI, pengguna cukup menjelaskan gim yang ingin dibuat, sementara Playground menyediakan pilihan untuk menyusun proyek dan menentukan bentuk permainan. Dengan pendekatan ini, pembuatan gim tidak mensyaratkan pengguna menulis kode sendiri.
Pengguna dapat memulai dengan memilih genre, seperti trivia atau balap, maupun membangun proyek dari awal. Mereka juga bisa menentukan apakah gim akan dibuat dalam format 2D atau 3D dan apakah pengalaman bermainnya ditujukan untuk satu pemain atau beberapa pemain. Pilihan-pilihan tersebut menjadi dasar sebelum pengguna menjelaskan lebih rinci konsep permainan.
Baca juga: Alexander Embiricos OpenAI Hadir di TechCrunch Disrupt 2026
Melalui prompt, kreator dapat menguraikan mekanisme, cara bermain, serta gaya visual yang diinginkan. Artinya, instruksi teks digunakan untuk menyampaikan bukan hanya jenis gim, tetapi juga aturan atau pengalaman bermain dan tampilan proyek. Playground turut menyediakan opsi mengunggah visual. AI dapat mengolah visual yang diberikan menjadi aset gim yang disesuaikan dengan gaya seni keseluruhan permainan.
Proyek dapat disimpan, dibagikan, atau diterbitkan
Setelah selesai dibuat, gim dapat dimainkan melalui ponsel maupun komputer. Kreator dapat mempertahankan proyek sebagai karya pribadi, membagikannya menggunakan tautan, atau menerbitkannya ke galeri Explore di Playground. Dengan beberapa opsi itu, pengguna bisa menentukan cara proyek diakses, mulai dari penggunaan terbatas hingga ditampilkan di galeri platform.
Gim yang sudah diterbitkan dapat mendukung fitur seperti papan peringkat. Meski telah dirilis, proyek tetap bisa diubah oleh kreatornya. Jadi, penerbitan tidak menghalangi pengguna melanjutkan pengembangan atau melakukan penyesuaian terhadap gim yang sudah tersedia. Sumber tidak merinci fitur lain yang akan tersedia pada gim terbitan selain contoh papan peringkat tersebut.
Baca juga: TechCrunch Disrupt 2026 Digelar 13–15 Oktober, Diskon Tiket hingga US$100
Google juga mengindikasikan rencana menambahkan integrasi Unity Spark dalam pembaruan mendatang. Melalui teknologi Unity, integrasi itu dapat memberi pengguna akses ke kemampuan 3D tambahan serta mekanisme gim “tingkat profesional”. Fitur tersebut merupakan rencana untuk pembaruan berikutnya, bukan kemampuan yang disebut telah tersedia saat Playground diluncurkan.
Akses awal dibatasi untuk pengguna di Amerika Serikat
Pada tahap awal, Playground tersedia bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat. Google berencana memperluas akses ke negara lain, tetapi belum ada rincian negara tujuan maupun waktu perluasan dalam informasi yang disampaikan. Sementara itu, menjelajahi katalog dan memainkan gim di dalamnya dapat dilakukan secara gratis.
Pembuatan gim menggunakan sistem token mingguan. Pengguna pada tingkat gratis mendapat token dalam jumlah terbatas, sedangkan pelanggan Google One AI memperoleh batas penggunaan yang lebih tinggi. Dengan demikian, akses tanpa biaya untuk melihat dan memainkan gim dibedakan dari penggunaan fitur AI untuk menghasilkan gim, yang mengikuti jatah token.
Baca juga: Melius Raih Pendanaan US$25 Juta Usai Mengganti Produk Awal
Playground hadir di tengah pasar alat pengembangan gim berbantuan AI yang terus berkembang. Roblox, misalnya, mengumumkan fitur Build pada Juli, yang memungkinkan pengguna membuat gim melalui prompt berbahasa alami. Keduanya menawarkan pendekatan pembuatan gim melalui instruksi, meski informasi yang tersedia hanya menyebut fitur Build sebagai contoh perkembangan di pasar tersebut.
Eksperimen ini juga melanjutkan keterlibatan Google dalam bidang gim. Perusahaan sebelumnya menjajaki cloud gaming melalui Stadia pada 2022. Setelah itu, Google terus memasukkan gim ke platform lain, termasuk YouTube Playables, sebuah hub khusus berisi pilihan gim berbasis web yang dapat langsung dimainkan. Playground menambah eksperimen tersebut dengan berfokus pada pembuatan, bukan sekadar penyediaan gim untuk dimainkan.





