• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
No Result
View All Result
Home Berita

Berjalan Kaki Melibatkan Otak dan Mendukung Fungsi Kognitif

by
October 4, 2026
in Berita
0
Berjalan Kaki Melibatkan Otak dan Mendukung Fungsi Kognitif

Ilustrasi olahraga jalan kaki. (Foto: Getty Images/zoff-photo)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CIANJUR.CO – Berjalan kaki sering dianggap sebagai aktivitas ringan yang tidak membutuhkan banyak tenaga. Meski gerakannya tampak sederhana, tubuh harus mengatur langkah secara terus-menerus agar tetap seimbang dan mampu menyesuaikan diri dengan keadaan di sekitar. Proses tersebut membuat otak bekerja selama seseorang berjalan.

Seperti diberitakan detikJabar dengan mengutip Hindustan Times, dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Yathart, India, dr Kunal Bahrani, menjelaskan bahwa otak menerima dan mengolah informasi dari mata, telinga, otot, hingga persendian secara bersamaan. Berbagai masukan itu digunakan untuk mengatur gerakan dan menentukan langkah berikutnya.

Otak bukan hanya mengarahkan kaki untuk bergerak. Organ ini juga perlu memperkirakan tempat kaki akan mendarat, mempertahankan keseimbangan, mengatur kecepatan, serta merespons perubahan yang terjadi di jalur. Dr Bahrani menggambarkan rangkaian kerja tersebut dengan mengatakan, “Otak Anda harus menilai di mana kaki Anda harus mendarat, menjaga keseimbangan, menyesuaikan kecepatan, dan bereaksi jika sesuatu tiba-tiba menghalangi jalan Anda.”

Dengan demikian, aktivitas berjalan melibatkan koordinasi antara informasi dari tubuh dan kondisi lingkungan. Setiap perubahan yang perlu ditanggapi membuat otak menyesuaikan gerakan, sementara keseimbangan dan kecepatan tetap perlu dijaga. Proses itu berlangsung di balik kegiatan sehari-hari yang kerap dinilai biasa saja.

Baca juga: Banjir Thailand Picu Ancaman Ular dan Buaya di Permukiman

Menurut dr Bahrani, kebiasaan berjalan kaki juga dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan membantu mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, serta berat badan. Hal-hal tersebut berhubungan dengan kesehatan otak karena otak membutuhkan aliran darah yang sehat. Menjaga kondisi tersebut turut mendukung kesehatan pembuluh darah yang memasok darah ke otak.

Manfaat berjalan kaki yang dibahas karena itu tidak terbatas pada kerja otak saat mengatur langkah. Aktivitas ini juga berkaitan dengan kebugaran tubuh dan faktor-faktor yang mendukung aliran darah menuju otak. Dr Bahrani menyebut pengendalian tekanan darah, gula darah, dan berat badan sebagai bagian dari hubungan tersebut.

Dalam praktik klinis sehari-hari, dr Bahrani juga melihat pasien yang mengeluhkan kelelahan mental, kesulitan berkonsentrasi, atau merasa tidak setajam sebelumnya sering menjalani hari dengan sedikit sekali gerakan. Namun, ia tidak menyatakan kurang bergerak sebagai satu-satunya penyebab keluhan itu. Gejala tersebut dapat berkaitan dengan berbagai hal, termasuk kurang tidur, stres, pengobatan, atau kondisi medis yang mendasarinya.

Baca juga: Wanita 100 Tahun di Brooklyn Ceritakan Kebiasaan yang Menemaninya Panjang Umur

Ia menjelaskan bahwa bagi orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, meningkatkan aktivitas fisik merupakan salah satu perubahan praktis yang patut dipertimbangkan. Pandangan itu disampaikan berdasarkan pola rutinitas yang ia dengar dari pasien, sembari tetap mengakui bahwa keluhan mental dapat memiliki penyebab yang beragam.

Aktivitas fisik juga disebut berkaitan dengan fungsi kognitif. Berjalan kaki dapat mendukung kemampuan yang digunakan untuk merencanakan, mengatur, mengambil keputusan, serta menghadapi beberapa tuntutan yang muncul secara bersamaan. Dengan kata lain, pembahasan manfaatnya tidak hanya menyentuh kebugaran, tetapi juga sejumlah kemampuan yang diperlukan dalam kegiatan sehari-hari.

Daya ingat menjadi aspek lain yang dijelaskan dr Bahrani. Aktivitas fisik berkaitan dengan perubahan fungsi otak dan area yang berperan dalam belajar serta mengingat, termasuk hipokampus. Meski demikian, hubungan berjalan kaki dengan ingatan tidak berarti semakin banyak seseorang berjalan, otomatis semakin baik kemampuan mengingatnya.

Baca juga: Dua Nelayan Hilang akibat Kapal Terbalik di Pamoekan Ditemukan Meninggal

“Hubungannya tidak sesederhana ‘semakin banyak berjalan kaki berarti semakin baik daya ingat’,” ujar dr Bahrani. Ia menyebut menjaga aktivitas fisik semakin diakui sebagai salah satu bagian dalam memelihara kesehatan otak seiring bertambahnya usia. Karena itu, keterkaitan tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan otak, bukan jaminan hasil tertentu pada daya ingat.

Berjalan kaki juga dapat memberi manfaat secara tidak langsung dengan membantu seseorang mengelola stres dan meningkatkan kualitas tidur. Kedua hal itu turut berperan dalam menjaga kemampuan berkonsentrasi. Hubungan ini melengkapi manfaat yang berkaitan dengan kebugaran dan fungsi kognitif, tanpa menghilangkan kemungkinan adanya faktor lain yang memengaruhi kondisi seseorang.

Bagi lansia, kebiasaan berjalan kaki secara rutin dengan memperhatikan keamanan dapat membantu mempertahankan mobilitas dan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, berjalan kaki dalam materi yang disampaikan dr Bahrani mencakup kerja otak saat bergerak, dukungan bagi kebugaran dan fungsi kognitif, serta upaya menjaga kemampuan lansia untuk tetap bergerak mandiri.

Tags: Berjalan kakiFungsi kognitifHipokampusKesehatan otak
Previous Post

Banjir Thailand Picu Ancaman Ular dan Buaya di Permukiman

Next Post

Pedal Puff Girls, Komunitas Gowes Perempuan Bandung yang Mengayuh Bersama

Next Post
Pedal Puff Girls, Komunitas Gowes Perempuan Bandung yang Mengayuh Bersama

Pedal Puff Girls, Komunitas Gowes Perempuan Bandung yang Mengayuh Bersama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CIANJUR TERKINI

Pemkab Bandung Tambah Kapasitas Layanan Kesehatan lewat RSUD

Pemkab Bandung Tambah Kapasitas Layanan Kesehatan lewat RSUD

October 5, 2026
Temuan Dua Juta Butir OKT Jadi Alarm, DPRD Dorong BNN Kabupaten Bandung

Temuan Dua Juta Butir OKT Jadi Alarm, DPRD Dorong BNN Kabupaten Bandung

October 5, 2026
Polres Cianjur Ungkap TPPO terhadap Tiga Siswi SMA, Dua Pelaku Ditangkap

Polres Cianjur Ungkap TPPO terhadap Tiga Siswi SMA, Dua Pelaku Ditangkap

October 5, 2026
Ditjenpas Jabar Tindak Pegawai yang Diduga Terlibat Pesta Sabu di Rutan Depok

Ditjenpas Jabar Tindak Pegawai yang Diduga Terlibat Pesta Sabu di Rutan Depok

October 5, 2026

CIANJUR.CO adalah website City Directory Kota Cianjur yang merangkum informasi dari berbagai destinasi wisata, penginapan, kuliner, hiburan, area publik, hingga ke gedung pendidikan dan perkantoran. Selain itu juga mengangkat berita ringan yang ada di kota Cianjur.

KONTAK KAMI

Jl. Raya Puncak, Cugenang, Cianjur. Jawa Barat – Indonesia.
0899-862-5050
info@cianjur.co
www.cianjur.co

NAVIGASI

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami

© 2024 Cianjur.Co

No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime

© 2024 Cianjur.Co