CIANJUR.CO – TechCrunch Disrupt 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Oktober di Moscone West, San Francisco. Acara tiga hari ini akan mempertemukan lebih dari 10.000 pendiri perusahaan, investor, operator, dan pemimpin teknologi untuk membahas gagasan, menjalin koneksi, serta mendiskusikan perkembangan berikutnya di industri.
Di luar panggung utama, agenda breakout session disiapkan untuk membahas persoalan dengan lebih mendalam. Berdasarkan laporan TechCrunch AI, setiap sesi berlangsung selama 50 menit dan menggabungkan pemaparan ahli dengan tanya jawab peserta. Format tersebut memberi kesempatan kepada audiens untuk menyampaikan pertanyaan dan menggali masalah yang sedang mereka hadapi.
Akses ke ruang breakout terbatas dan diberlakukan berdasarkan urutan kedatangan. Karena itu, peserta yang ingin mengikuti sesi tertentu perlu memperhitungkan kapasitas ketika menyusun jadwal acara. Topiknya mencakup penerapan agen AI, perubahan ekonomi AI dari pelatihan model menuju inferensi, AI fisik, penggalangan dana, serta cara menggunakan AI untuk mengembangkan perusahaan dan tim.
AI fisik, agen, dan keandalan sistem
Salah satu sesi mengenai AI fisik akan menghadirkan Susan Schofer, Partner sekaligus Chief Science Officer SOSV HAX, bersama Duncan Turner, General Partner dan Managing Director SOSV HAX. Keduanya akan membahas teknologi yang bergerak melampaui perangkat lunak menuju mesin yang perlu memahami keadaan, bernalar, dan bertindak dalam lingkungan yang tidak selalu dapat diprediksi.
Pembahasan itu juga mencakup batasan mengenai apa yang dapat disebut AI fisik, mengapa pengembangannya membutuhkan pendekatan berbeda, serta hal-hal yang diperhatikan investor pada perusahaan yang mencoba membentuk kategori tersebut. Topik ini beririsan dengan sesi lain yang menyoroti peluang AI untuk bertindak di dunia nyata, bukan hanya memahami lingkungan.
Baca juga: Pinterest Hadirkan Beauty Guides AI untuk Panduan ke Salon
Praktik penggunaan agen AI di lingkungan kerja teknis menjadi fokus Steve Androulakis dan Sachin Malhotra, anggota staf teknis Anthropic. Mereka akan menunjukkan cara menjalankan beberapa agen Claude secara bersamaan, mendelegasikan pekerjaan rekayasa, meninjau hasil, dan memperbaiki proses ketika agen membuat kesalahan. Sesi tersebut juga mengulas bagaimana agen dimasukkan ke dalam pekerjaan sehari-hari orang-orang yang mengembangkan AI.
Agenda turut membahas cara membangun evaluasi yang dapat diandalkan ketika AI menangani pekerjaan dengan konsekuensi yang lebih besar. Goldfarb, yang memiliki pengalaman di bidang misinformasi, keamanan daring, dan kerja bersama laboratorium model dasar, akan menguraikan bagaimana penilaian ahli manusia dapat dijadikan evaluasi berskala. Persoalan yang dibahas bukan hanya ketepatan sistem, melainkan juga cara membangun AI yang dapat dipercaya penggunanya.
Perubahan ekonomi AI menjadi pokok diskusi Hagay Lupesko, SVP AI Cloud Cerebras Systems, dan Rudina Seseri, Founder sekaligus Managing Partner Glasswing Ventures. Ketika model-model terdepan semakin menjadi komoditas, perhatian industri bergeser dari pelatihan ke inferensi. Mereka akan membahas sumber keunggulan perusahaan saat model bukan lagi pembeda utama, pentingnya latensi bagi produk, serta dampaknya terhadap infrastruktur, ekonomi startup, dan pertimbangan investor.
Membangun perusahaan dan mencari pendanaan
Peran AI dalam pengambilan keputusan dan pembangunan perusahaan akan dibahas Dr. Rumman Chowdhury, CEO dan Co-founder Humane Intelligence; Payal Kadakia, Founder ClassPass; Cassie Kozyrkov, Founder Kozyr; serta Holly Ransom, CEO Emergent. Sesi yang disponsori Signify Business Cash World Elite Mastercard by Wells Fargo ini menelaah cara pendiri memakai AI agar dapat mengambil keputusan lebih baik dan bergerak lebih cepat, sembari memperhatikan bias, penilaian manusia, dan sisi kemanusiaan dalam membangun perusahaan.
Baca juga: Mistral Large 4 Hadir sebagai Model AI Keamanan Siber yang Dapat Dikendalikan Pengguna
Penggalangan dana juga mendapat perhatian melalui sesi interaktif yang membahas proses dari sisi pendiri dan investor. Materinya meliputi pemilihan investor sasaran, membangun relasi, melakukan pendekatan, menjaga momentum, menyiapkan cap table dan data room, hingga uji tuntas. Tujuannya memberikan langkah praktis agar proses pendanaan lebih tertata dan efektif.
Sesi lain menyoroti kesalahan yang dapat menggagalkan putaran pendanaan, mulai dari penentuan posisi perusahaan dan persiapan hingga strategi serta pelaksanaan. Dr. Irena King, Founder dan CEO Surgicure Technologies; Dr. Richard Munassi, Accelerator Managing Director dan Chief Strategy Officer Tampa Bay Wave; Ashley Paston, Partner General Catalyst; serta Emily Zhen, Principal HealthQuest Capital, akan menyampaikan pelajaran dan contoh nyata untuk membantu peserta memahami proses dari presentasi pertama sampai penutupan putaran.
Peralihan dari pendiri menjadi investor akan dibahas Bruce K Lee, CEO dan Founder Keebeck Wealth Management, bersama Abhi Tiwari, Co-founder dan General Partner Blank Ventures. Keduanya akan mengulas perbedaan pola pikir dalam membangun perusahaan dan mengalokasikan modal, serta alasan pendiri dapat mulai memikirkan strategi setelah keluar dari perusahaan jauh sebelum peristiwa itu terjadi.
Peluang industri dan pertumbuhan tim
Penerapan AI di sektor antariksa menjadi bahasan Dr. Brian Cameron, Interim Chief Technology Officer The Aerospace Corporation; Bosco Lai, CEO Little Place Labs; dan Shawn Sloan, Corporate Fellow for Artificial Intelligence The Aerospace Corporation. Walau tampak sebagai pasar khusus, persoalan antariksa mencakup arus data besar, keputusan otonom, pemrosesan waktu nyata, dan sistem agen yang kompleks. Sesi ini menghubungkan kemampuan tersebut dengan penggunaan nyata serta peluang komersial dan pemerintahan bagi pendiri.
Baca juga: Editor ZDNET AI Membuat Aplikasi Mac dengan Claude Tanpa Menulis Kode
Untuk AI fisik dan industri, Ethan Batraski, Partner Venrock; Ivan Poupyrev, Founder dan CEO Archetype AI; serta Ian Rountree, General Partner Cantos, akan membahas lapisan pelaksanaan yang menghubungkan persepsi, keputusan, tindakan, dan verifikasi. Mereka menyoroti peluang bisnis pada perusahaan yang mampu menuntaskan rangkaian tersebut secara andal.
Patrick Burke, Managing Director Hostinger, akan menjelaskan bagaimana startup dapat mengenali saluran distribusi yang kurang dimanfaatkan, memperpendek jarak antara sinyal pasar dan peluncuran produk, serta bereksperimen lebih cepat. Contoh dari Hostinger akan digunakan untuk membahas penerapan alur kerja pemasaran berbasis agen dalam mendorong pertumbuhan.
Sementara itu, Nomi Khedawala, Senior Technical Program Manager Reddit, akan membahas cara membangun keselarasan antartim, mengenali masalah sebelum membesar, serta menciptakan sistem yang mendukung akuntabilitas dan kinerja berkelanjutan ketika organisasi berkembang. Sesi ini menempatkan kepercayaan, pelaksanaan, dan peran manusia sebagai bagian dari perubahan cara kerja akibat AI.
TechCrunch Disrupt 2026 menawarkan potongan harga hingga 100 dolar untuk tiket, diskon 50 persen bagi tiket kedua, dan penghematan tambahan bagi kelompok beranggotakan empat orang atau lebih. Mereka yang baru terkena PHK dapat memperoleh Expo+ Pass seharga 75 dolar selama persediaan masih tersedia. Acara berlangsung pada 13–15 Oktober di Moscone West, San Francisco.





