CIANJUR.CO – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengajak masyarakat menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur. Dukungan itu dihimpun melalui Bulan Dana PMI 2026 dan ditujukan untuk menopang berbagai pelayanan kemanusiaan yang diberikan kepada warga.
Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geys Thebe menyampaikan ajakan tersebut di Cianjur, Rabu. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Ramzi mengatakan PMI selama ini berada di garda terdepan ketika masyarakat menghadapi berbagai peristiwa maupun kondisi darurat di Kabupaten Cianjur. Peran tersebut, terutama dalam penanganan bencana alam, dirasakan langsung oleh warga.
“Selama ini PMI selalu hadir dalam setiap kejadian dan peristiwa terutama dalam penanganan bencana alam,” kata Ramzi. Ia menegaskan bahwa masyarakat tentu tidak berharap bencana kembali terjadi di Cianjur. Namun, ketika peristiwa atau keadaan darurat muncul, PMI hadir untuk membantu penanganannya sehingga keberlangsungan layanan kemanusiaan menjadi perhatian penting.
Menurut Ramzi, sebagian besar pelayanan PMI kepada masyarakat dibiayai dari hasil penggalangan Bulan Dana Kemanusiaan. Pengumpulan dana itu dilakukan setiap akhir tahun dan menjangkau berbagai kalangan, mulai dari siswa hingga pegawai di lingkungan pemerintah maupun swasta. Dengan demikian, dana yang dihimpun dari kelompok masyarakat tersebut menjadi salah satu penopang bagi layanan PMI di daerah.
Baca juga: Tabrakan Beruntun di Cipularang KM 91 Libatkan 15 Kendaraan
Ramzi menyebut kepedulian warga untuk berbagi dan menyisihkan penghasilan sebagai modal penting agar pelayanan kemanusiaan dapat terus berlangsung. Ia juga menyoroti pentingnya menyampaikan pengelolaan dana kepada masyarakat secara berkala. Pelaporan itu, menurutnya, diperlukan agar warga mengetahui pertanggungjawaban dana yang dikelola dan kepercayaan mereka terhadap PMI semakin tinggi.
Selain meminta pelaporan, Ramzi mendorong PMI Cianjur memperluas sosialisasi melalui berbagai media. Ia juga meminta organisasi tersebut membuat testimoni dari masyarakat yang telah merasakan langsung manfaat bantuan. Testimoni itu diharapkan dapat memperlihatkan bahwa sumbangan yang diberikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan, tanpa mengabaikan kewajiban untuk mengelola dan menyalurkannya secara amanah.
Ramzi mengakui upaya menjaga kepedulian masyarakat menghadapi tantangan di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang. Meski demikian, ia menyatakan tingkat kepedulian warga untuk berbagi masih tinggi. Karena itu, ia meminta PMI memperhatikan amanah dalam pengelolaan sekaligus penyaluran bantuan, serta memastikan pelaporannya dilakukan dengan baik.
Baca juga: Dinkes Bandung Investigasi Restoran 88 Seoul 23 Paskal Usai 24 Laporan Gangguan Kesehatan
Sekretaris PMI Cianjur Sukirman menjelaskan dana kemanusiaan yang dihimpun setiap tahun dari berbagai kalangan di Cianjur digunakan untuk sejumlah pelayanan. Dana tersebut antara lain dimanfaatkan untuk membantu korban bencana alam, termasuk korban kebakaran. Penjelasan itu menunjukkan bahwa penggalangan tidak hanya terkait satu jenis keadaan darurat, tetapi mendukung beberapa bentuk layanan kemanusiaan yang diberikan PMI.
Pelayanan yang disebut Sukirman mencakup pendistribusian logistik, ambulans gratis, pertolongan pertama kecelakaan, donor darah, pembangunan hunian sementara, serta pendistribusian air bersih saat kemarau. Bentuk-bentuk pelayanan itu berkaitan dengan kebutuhan yang berbeda: bantuan logistik dan hunian sementara, misalnya, termasuk dalam layanan yang diberikan kepada masyarakat, sementara air bersih didistribusikan ketika kemarau.
Dalam penyelenggaraan Bulan Dana Kemanusiaan, Sukirman mengatakan PMI Cianjur tidak menetapkan target nominal dana yang harus diperoleh. Fokus kegiatan, menurut dia, lebih diarahkan pada peningkatan kepercayaan masyarakat kepada PMI. Ia mengatakan kepercayaan tersebut terus meningkat setiap tahun, sehingga pencapaian tidak semata-mata diukur dari besaran uang yang terkumpul.
Baca juga: Pemkot Cimahi Hapus Sanksi Pajak Daerah hingga 28 Desember 2026
“Target itu hanya angka-angka namun kepercayaan masyarakat yang lebih utama,” kata Sukirman. Ia menambahkan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan selalu dilaporkan dan diberitakan, termasuk melalui media sosial resmi PMI Cianjur. Pelaporan tersebut menjadi bentuk penyampaian kepada masyarakat mengenai penggunaan dana yang telah dihimpun.
Sukirman juga menyampaikan bahwa kepedulian masyarakat dari lingkungan pendidikan menunjukkan tren peningkatan setiap tahun. Partisipasi dari lingkungan tersebut mencapai 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. PMI Cianjur, kata dia, akan terus mendorong partisipasi masyarakat dalam penggalangan dana sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing.





