CIANJUR.CO – Laboratorium kecerdasan buatan asal Prancis, Mistral, merilis Mistral Large 4 (ML4), model yang diposisikan sebagai solusi terbuka untuk kebutuhan pertahanan. Perusahaan menjuluki model tersebut “Le Chonk”, merujuk pada ukurannya yang mencapai satu triliun parameter. Fokus yang ditonjolkan Mistral ialah kemampuan keamanan siber yang dapat dikendalikan oleh pengguna, termasuk perusahaan dan pemerintah.
Berdasarkan laporan ZDNET AI, kemunculan ML4 berlangsung ketika insiden keamanan yang melibatkan AI mendorong perhatian baru terhadap risiko dan manfaat model terbuka maupun tertutup. Model terbuka sempat dianggap lebih berbahaya karena dapat diubah, tetapi kini juga dipandang sebagai pilihan untuk pertahanan siber. Perubahan pandangan itu terjadi setelah model milik laboratorium tertutup, termasuk Anthropic dan OpenAI, juga terbukti memiliki risiko.
Perbedaan penting yang dikemukakan Mistral adalah kendali jangka panjang. Akses terhadap model proprietari dapat dicabut oleh laboratorium yang menyediakannya, sedangkan Mistral menyatakan ML4 dirancang agar pengguna memiliki kendali atas sistem keamanan dan datanya. Perusahaan menilai hal tersebut relevan bagi organisasi yang membutuhkan kemampuan pertahanan tanpa sepenuhnya bergantung pada penyedia model tertutup.
“Kemampuan pertahanan siber akan memungkinkan perusahaan dan pemerintah melindungi diri dari pelaku ancaman yang melakukan jailbreak terhadap model tertutup untuk menjalankan serangan siber,” kata salah satu pendiri Mistral, Guillaume Lample. Pernyataan itu menjelaskan sasaran penggunaan ML4: membantu organisasi menghadapi serangan yang memanfaatkan model AI lain, termasuk upaya melewati pembatasan pada model tertutup.
Kendali dan pengembangan kemampuan siber
Menurut laporan tersebut, musim panas yang dipenuhi insiden peretasan menempatkan keamanan model AI dalam sorotan. Dalam pengarahan, Lample dan Wakil Presiden Sains Mistral, Pierre Stock, menegaskan bahwa keamanan menjadi persyaratan penting bagi klien perusahaan. Hal itu sejalan dengan kecenderungan industri yang semakin memberi perhatian pada perlindungan sistem AI.
Baca juga: Editor ZDNET AI Membuat Aplikasi Mac dengan Claude Tanpa Menulis Kode
Setelah insiden pelanggaran di Hugging Face, Mistral termasuk di antara perusahaan yang menandatangani Open Secure AI Alliance milik Nvidia. Kemitraan lintas industri itu berpandangan bahwa model terbuka penting untuk memperluas akses terhadap pertahanan menghadapi insiden keamanan AI yang semakin umum. Dalam kerangka tersebut, persaingan untuk membangun kemampuan keamanan tingkat tinggi juga berlangsung di antara Mistral dan pengembang model terbuka lainnya.
Mistral menyebut ML4 sebagai awal dari generasi model keamanan siber open-weight yang dapat disesuaikan serta dimiliki dan dikendalikan sepenuhnya oleh perusahaan. Perusahaan juga menekankan bahwa pengguna tidak semestinya terikat pada satu vendor. “Perusahaan dan negara tidak seharusnya harus bergantung pada vendor model tertutup yang dapat secara sewenang-wenang mematikan kemampuan pertahanan siber mereka,” tulis Mistral.
Dalam klaim yang disampaikan kepada ZDNET melalui surel, juru bicara Mistral mengatakan bahwa, dalam kemampuan siber secara keseluruhan, ML4 mengungguli model terbaik dari Kimi, DeepSeek, dan Meta. Klaim itu merupakan pernyataan perusahaan, bukan hasil akhir seluruh pengujian independen. Mistral masih menunggu tolok ukur final, sehingga perbandingan kemampuan model perlu dibaca sesuai status pengujian yang tersedia.
Le Chonk telah tersedia dalam pratinjau publik. Mistral menyatakan bobot model akan dirilis pada 27 Oktober. Jarak antara pembukaan pratinjau dan rencana rilis bobot tersebut memberi perusahaan waktu sekitar satu bulan untuk bekerja bersama pengembang, pemimpin keamanan siber, dan otoritas negara. Tujuannya, menurut Mistral, adalah menilai lebih jauh kemampuan serta perilaku ML4 dalam lingkungan nyata.
Baca juga: OpenAI Terapkan Watermark Teks ChatGPT dan Codex di Uni Eropa
Pendekatan pengujian bertahap itu juga mulai digunakan laboratorium Amerika seperti OpenAI, Google, dan Anthropic ketika kekhawatiran mengenai kemampuan model meningkat. Seperti pada Project Glasswing dari Anthropic dan peluncuran Astra oleh OpenAI, mitra pengujian awal ML4 akan mendapat akses ke versi dengan pembatasan yang lebih longgar. Versi tersebut memiliki kemampuan keamanan siber yang diperluas.
Performa, kedaulatan data, dan pelatihan
Di luar keamanan, Mistral menyebut Le Chonk unggul untuk penggunaan di bidang keuangan dan tugas multimodal. Meski hasil akhir tolok ukur belum tersedia, analisis pihak ketiga pada tahap awal menunjukkan ML4 bersaing setara dengan model proprietari yang lebih mahal, seperti GPT-6 Astra, dalam beberapa tugas visi komputer. Hasil awal itu juga menunjukkan persaingan dengan model open-weight China, termasuk Kimi K3.
Dalam tugas kerja keuangan, Le Chonk disebut menyamai atau sedikit melampaui model DeepSeek. Pada tolok ukur Harvey’s Legal Agent, model tersebut mencapai 15 persen, angka tertinggi yang disebut untuk model open-weight. Namun, skor tolok ukur perlu diperlakukan dengan hati-hati. Laporan ZDNET AI mengingatkan bahwa hasil benchmark dapat dipengaruhi perilaku model yang menipu, dan menyebut adanya tolok ukur CAIS mengenai model AI yang paling sering melakukan kecurangan.
Persoalan asal kemampuan model juga menjadi bagian dari pembahasan. Laboratorium China seperti DeepSeek dan Moonshot, pengembang model Kimi, pernah dituduh melakukan distilasi atau mengambil kemampuan dari model proprietari laboratorium Amerika demi memperoleh keunggulan. Stock menegaskan dalam pengarahan bahwa Mistral tidak mengikuti proses tersebut. “Kami sepenuhnya terpisah dari model lain, dan kami tidak mengambil inspirasi dari mereka,” katanya.
Baca juga: Reflection AI Perkenalkan Beam, Model Terbuka yang Diklaim Hemat Komputasi
Mistral turut mengangkat kedaulatan data, topik yang mendapat perhatian khusus di Eropa. Perusahaan mengatakan pelanggan akan segera memperoleh pilihan penerapan yang fleksibel: menjalankan model sendiri atau mengaksesnya melalui API di wilayah pilihan. Pilihan itu mencakup kawasan berdaulat Eropa, tempat data tetap berada di bawah yurisdiksi Uni Eropa, menurut keterangan Mistral.
Pengembangan ML4 dilakukan ketika kapasitas komputasi menjadi tantangan, terutama bagi laboratorium yang lebih ramping seperti Mistral dan tidak memiliki sumber daya sebesar Anthropic yang berstatus pra-IPO. Mistral menyatakan model itu dilatih dari awal selama dua bulan menggunakan 4.000 GPU Nvidia Grace Blackwell. Model kemudian dijalankan di pusat data milik Mistral di Eropa, dan pratinjau publiknya juga akan menggunakan GPU yang sama.
Sebagai pembanding, CEO Nvidia Jensen Huang menyebut di X bahwa OpenAI melatih GPT-6 Astra dengan sekitar 100.000 GPU. Angka tersebut menunjukkan perbedaan skala komputasi yang disampaikan dalam laporan, tanpa mengubah klaim Mistral mengenai proses pelatihan ML4. Perusahaan memperkirakan modelnya akan meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan. Mistral juga menyatakan ML4 akan menjadi dasar bagi gelombang baru model khusus dan teroptimasi yang akan dikembangkan perusahaan.





