CIANJUR.CO – Kepolisian Resor Garut menyelidiki penganiayaan terhadap Lukman dan ibunya, Euis Tety, di rumah mereka di Kampung Babakan Karang Mulya, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Keduanya menjadi korban setelah sekelompok orang masuk ke rumah tersebut. Kelompok itu disebut berjumlah tiga orang.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Herman Saputra mengatakan jajarannya telah menerima informasi mengenai kejadian yang menimpa ibu dan anak tersebut. “Kasusnya sedang dalam penanganan kami,” kata Herman kepada wartawan di Garut, Senin. Ia menyampaikan bahwa perkara itu kini ditangani kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 23 September 2026. Herman menuturkan korban telah melaporkan kejadian itu kepada polisi. Setelah laporan diterima, kepolisian melakukan penyelidikan dan mengejar orang-orang yang diduga terlibat. Menurut Herman, identitas terduga pelaku sudah diketahui, tetapi mereka masih belum tertangkap ketika ia memberikan keterangan.
Baca juga: BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan
“Untuk terduga pelaku sedang dalam pengejaran,” ujar Herman. Pernyataan tersebut disampaikan seiring penyelidikan atas laporan korban. Dengan demikian, langkah yang disebutkan kepolisian dalam penanganan perkara ini mencakup penelusuran kejadian serta pencarian terhadap para terduga pelaku yang identitasnya telah diketahui.
Herman juga menjelaskan awal mula ketegangan berdasarkan keterangan korban. Kejadian bermula ketika pelaku memanaskan mesin mobil di belakang rumah korban. Suara yang ditimbulkan kendaraan itu membuat keluarga korban merasa tidak nyaman. Situasi tersebut, menurut keterangan yang disampaikan Herman, menjadi lebih mengganggu karena ada seorang anak yang sedang sakit di dalam rumah.
Baca juga: Empat Puskesmas Cimahi Buka Layanan Sore, RSUD Cibabat Penuh
Korban lalu menegur pelaku mengenai suara kendaraan. Teguran itu membuat pelaku emosi dan memicu ketegangan. Setelah itu, kelompok tersebut mendatangi rumah korban, dan penganiayaan terjadi di dalam rumah. Herman menyebut kedua korban dipukul menggunakan tangan dan helm hingga mengalami luka. Ia menegaskan, “Pelaku melakukan pemukulan terhadap dua orang korban.”
Rangkaian kejadian yang disampaikan polisi itu menghubungkan suara mobil di belakang rumah dengan teguran korban, lalu ketegangan dan kekerasan di rumah. Keterangan tersebut bersumber dari penuturan korban yang diterima kepolisian, sebagaimana disampaikan Herman. Dua warga yang dilaporkan menjadi korban adalah Lukman dan ibunya, Euis Tety.
Baca juga: Pemkab Bandung Tambah Kapasitas Layanan Kesehatan lewat RSUD
Aksi penganiayaan itu terekam kamera CCTV. Rekaman yang memperlihatkan kekerasan di dalam rumah kemudian ramai tersebar di media sosial. Sementara video tersebut beredar, Polres Garut menyatakan perkara masih dalam penanganan dan para terduga pelaku masih dikejar. Kepolisian menyelidiki laporan atas kejadian yang berlangsung di wilayah Tarogong Kidul itu.





