CIANJUR.CO – Pemerintah Kota Bandung telah menuntaskan penurunan kabel udara ke saluran bawah tanah di 63 ruas jalan hingga Agustus 2026. Penataan ini dilakukan sebagai bagian dari pembenahan infrastruktur telekomunikasi sekaligus upaya memperbaiki estetika kota.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Indra Arief Budyana, menyebut pemerintah menargetkan penurunan kabel di 85 ruas jalan sepanjang 2026. Dengan capaian 63 ruas hingga Agustus, pekerjaan masih berlanjut untuk memenuhi sasaran tersebut.
Ruas yang sedang ditangani saat Indra memberikan keterangan merupakan ruas ke-63, berlokasi di Kecamatan Astanaanyar, membentang dari Sudirman sampai Taman Tegalega. Panjang bagian jalan tersebut hampir dua kilometer. Indra menyampaikan keterangan itu di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu.
Baca juga: DLH Cirebon Percepat Pendinginan Sisa Kebakaran di TPAS Gunung Santri
Penataan tidak hanya berkaitan dengan pemindahan jalur kabel. Menurut Indra, di atas jalan masih terdapat kabel lama yang menggantung, seperti kabel tembaga dan koaksial, serta sling yang berada di luar jaringan. Keberadaan komponen lama itu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat.
Indra mengatakan sejumlah komponen jaringan memiliki bobot cukup berat. Ia mengingatkan bahwa sling yang tertinggal di atas pernah terkait dengan kejadian yang menyebabkan seseorang meninggal. Karena itu, kabel lama dan bagian jaringan yang tidak lagi berada pada jalur semestinya perlu ditangani dalam proses penataan.
Baca juga: Bea Cukai Cirebon Gagalkan Upaya Ekspor Ilegal 5,25 Kg Emas
Risiko juga dapat berasal dari aksesori pada kabel koaksial. Indra menyebut bobot aksesori tersebut bisa lebih dari 10 kilogram. Apabila terlepas lalu jatuh, komponen itu berpotensi membahayakan pengguna jalan. Keterangan tersebut menjadi salah satu alasan aspek keselamatan diperhatikan saat kabel udara diturunkan.
Sebelum kabel dipotong atau dipindahkan, saluran bawah tanah atau ducting pada ruas tersebut telah diselesaikan sekitar tiga bulan sebelumnya. Tahap berikutnya dilakukan operator, yakni menarik kabel backbone terlebih dahulu, kemudian melanjutkan penarikan kabel menuju pelanggan. Urutan pekerjaan ini menghubungkan kesiapan saluran dengan pemindahan jaringan yang digunakan untuk layanan.
Baca juga: Aten Munajat Desak Polres Garut Ungkap Penembakan Siswa SMA
Diskominfo Kota Bandung turut mengantisipasi kemungkinan gangguan layanan selama penataan berlangsung. Indra menjelaskan pemulihan layanan bagi pelanggan rumah tangga biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pelanggan korporasi. Ia juga menyoroti jumlah pelanggan residensial atau perumahan yang banyak, sehingga dampak pekerjaan terhadap kelompok pelanggan tersebut menjadi perhatian.
Dengan demikian, pekerjaan di 63 ruas yang telah tercapai hingga Agustus menjadi bagian dari target penataan 85 ruas selama 2026. Pelaksanaan di lapangan mencakup pemindahan jaringan ke ducting, penanganan kabel lama dan komponen yang berisiko, serta pengaturan tahapan kerja operator dengan memperhitungkan kemungkinan pemulihan layanan pelanggan.





