CIANJUR.CO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran lahan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri tidak meluas ke kawasan pembuangan sampah. Api dari lahan sekitar sempat menjalar ke sebagian area TPAS, sehingga petugas berupaya mengendalikan titik api sekaligus membatasi kemungkinan penjalaran berikutnya.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono mengatakan penanganan diperkuat setelah api mencapai sebagian kawasan TPAS. Saat dikonfirmasi di Cirebon pada Selasa, ia menyampaikan bahwa petugas pemadam kebakaran masih menangani kebakaran hingga siang hari. Dede mengungkapkan, “Memang ada sedikit merembet ke TPA, tetapi alhamdulillah sampai siang tadi masih ditangani teman-teman Damkar.”
Bagian TPAS yang terdampak diperkirakan hanya beberapa ratus meter. Meski demikian, besaran luas yang pasti belum diketahui karena pengukuran belum dilakukan. Menurut Dede, petugas masih memusatkan perhatian pada penanganan kebakaran, sehingga pengukuran area terdampak belum menjadi kegiatan yang dilakukan saat itu.
Baca juga: Pemkab Cianjur Targetkan Jalan Mantap 87,5 Persen pada 2027
Upaya DLH tidak hanya berlangsung di bagian TPAS yang sempat terkena api. Dede mengatakan pihaknya turut membantu pemadaman pada lahan dan kebun masyarakat di sekitar lokasi. Penanganan di lahan sekitar itu ditujukan untuk menghambat pergerakan api sebelum mencapai kawasan pembuangan sampah yang lebih luas. Dengan begitu, perhatian petugas mencakup area yang telah terdampak maupun lahan di sekitar TPAS yang perlu ditangani untuk menahan penjalaran.
Dalam pekerjaan di lapangan, DLH berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), PT Indocement, serta Kodim 0620. Dede menyebut koordinasi tersebut dilakukan dalam rangkaian penanganan untuk mencegah api bergerak lebih jauh ke kawasan TPAS. Langkah yang diterapkan meliputi pembuatan jalur sekat bakar dan pembasahan area di sekitar tempat pembuangan akhir.
Baca juga: APP Group Jadi Perusahaan Indonesia Pertama Bergabung dengan RE100
Sekat bakar dan pembasahan area dipersiapkan sebagai penghalang apabila api kembali bergerak mendekati TPAS. Keduanya menjadi bagian dari upaya pencegahan yang berjalan bersamaan dengan pemadaman. Dede menjelaskan bahwa langkah tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi pergerakan api menuju kawasan pembuangan sampah, bukan hanya menangani bagian yang sudah terdampak.
Kesiagaan armada pemadam juga dipertahankan di lokasi. Menurut Dede, mobil pemadam masih bersiaga dengan mesin tetap beroperasi agar petugas dapat merespons apabila menemukan titik api baru. Ia mengatakan, “Semua mesin dari mobil Damkar ini masih nyala, itu antisipasi supaya tidak merembet lebih luas lagi.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa kesiapan kendaraan tetap menjadi bagian dari penanganan selama kebakaran berlangsung.
Baca juga: CPPD Cianjur Capai 80 Ton, Stok Pangan Dipastikan Aman hingga Ramadan
Hingga Selasa siang, DLH belum menerima laporan mengenai kebakaran yang berdampak terhadap permukiman warga di sekitar TPAS. Pada saat yang sama, arah angin dari utara menjadi salah satu hal yang diperhatikan petugas. Dede mengatakan lahan yang terbakar di sekitar TPAS berada menuju kawasan perbukitan. Ia menyampaikan informasi tersebut sebagai bagian dari kondisi yang menjadi perhatian dalam pengamanan lokasi.
Petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pengamanan di sekitar TPAS untuk mengendalikan titik api serta mencegah kebakaran kembali muncul. Dede berharap penanganan dapat segera dituntaskan melalui koordinasi seluruh unsur yang terlibat. Ia juga menyampaikan dukungan kepada petugas Damkar dan pihak lain yang bekerja di lapangan, seraya berharap mereka tetap bersemangat dalam menangani kebakaran.





