• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
No Result
View All Result
Home Teknologi

AWS Sebut Tak Lagi Gunakan NDA dalam Proyek Pusat Data

by
October 4, 2026
in Teknologi
0
AWS Sebut Tak Lagi Gunakan NDA dalam Proyek Pusat Data

AWS menyatakan tidak lagi menggunakan NDA dalam proyek pusat data, di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pembangunan infrastruktur AI.

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CIANJUR.CO – Amazon Web Services (AWS) menyatakan tidak lagi menggunakan perjanjian kerahasiaan atau nondisclosure agreement (NDA) dengan lembaga pemerintah dalam urusan proyek pusat data. Pernyataan itu disampaikan CEO AWS Matt Garman ketika perusahaan berupaya memperoleh persetujuan untuk membangun pusat data baru.

Seperti diberitakan TechCrunch AI, pernyataan mengenai NDA hanya satu bagian dari tulisan blog Garman yang lebih panjang. Dalam tulisan tersebut, ia berusaha menanggapi kecurigaan publik terhadap pusat data sekaligus menjelaskan bahwa proyek semacam itu, menurutnya, dapat memberi manfaat kepada komunitas di sekitarnya.

Masalah keterbukaan menjadi salah satu pokok penolakan terhadap pembangunan pusat data. Aktivis lingkungan Erin Brockovich sebelumnya menyebut transparansi sebagai keluhan utama yang ia dengar. Ia menggambarkan pola yang dianggap bermasalah: proyek baru diumumkan setelah izin didapat, pengembang tidak membalas panggilan, dan pejabat lokal telah menandatangani NDA sebelum warga mengetahui bahwa proyek sedang dipertimbangkan.

Perdebatan mengenai keterbukaan itu berlangsung bersamaan dengan munculnya langkah pembatasan pembangunan. New York mengumumkan moratorium izin selama satu tahun untuk pusat data berukuran besar. Menurut Garman, lebih dari 100 moratorium pusat data juga sedang dipertimbangkan di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Garman memperingatkan bahwa pembatasan tersebut dapat berdampak panjang jika diberlakukan. Ia mengatakan Amerika Serikat berisiko merugikan posisinya dalam persaingan dan menyebut konsekuensinya dapat berlangsung selama beberapa generasi. Pernyataan itu menjadi bagian dari upayanya untuk menolak anggapan bahwa pusat data hanya membawa beban bagi masyarakat.

Dalam tulisannya, Garman menyebut ada empat mitos besar yang menurutnya beredar: pusat data menggunakan terlalu banyak air, menaikkan biaya listrik, menghasilkan polusi dalam jumlah sangat besar, serta tidak memberi manfaat bagi komunitas. Ia menyampaikan tanggapan terhadap keempat persoalan tersebut, meski sejumlah klaim mengenai konsumsi sumber daya juga menjadi bagian dari perdebatan.

Perdebatan soal air, listrik, dan polusi

Untuk menanggapi kekhawatiran mengenai air, Garman merujuk laporan Amazon sendiri. Ia mengatakan konsumsi air langsung pusat data hanya mencakup 0,5 persen dari seluruh penggunaan air industri di Amerika Serikat. Menurutnya, angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan penggunaan air oleh lapangan golf, pertanian almond, dan sejumlah industri lain.

Namun, perhitungan konsumsi langsung itu tidak mencakup seluruh kebutuhan air yang terkait dengan operasional teknologi. Nvidia baru-baru ini menyatakan sistem pendingin barunya menghilangkan “hampir seluruh penggunaan air” di dalam pusat data. Klaim tersebut, seperti klaim Amazon, dinilai tampaknya tidak memasukkan penggunaan air yang lebih luas untuk pembangkitan listrik dan pembuatan chip.

Para ilmuwan juga menyatakan perlunya mengkaji penggunaan air dan energi pusat data secara terpisah. Pasalnya, belum ada ketentuan federal ataupun negara bagian yang mengatur bagaimana perusahaan teknologi harus melaporkan data tersebut. Ketiadaan persyaratan pelaporan itu menjadi konteks penting dalam perdebatan tentang besaran dampak pusat data.

Baca juga: Modus Penipuan ChatGPT Arahkan Pengguna Memasang Malware

Mengenai tarif listrik, Garman mengatakan tarif hanya naik di beberapa negara bagian yang memiliki banyak pusat data. Di negara bagian lain, tarif turun atau kenaikannya berlangsung lebih lambat. Ia berpendapat, ketika harga energi meningkat, penyebab utamanya adalah jaringan listrik yang sudah tua dan belum mendapat investasi serta perluasan sebelum kebutuhan baru muncul.

Pandangan tersebut berhadapan dengan penilaian pengawas independen yang baru-baru ini menyebut pusat data sebagai penyebab utama kenaikan harga tahunan sebesar 76 persen pada jaringan listrik terbesar di Amerika. Perbedaan penjelasan itu menunjukkan bahwa dampak pusat data terhadap biaya listrik masih diperdebatkan, dengan Garman menekankan kondisi jaringan dan pengawas tersebut menyoroti peran pusat data.

Dalam isu polusi, Garman mengkritik pihak yang menurutnya berfokus pada batas maksimum emisi yang diizinkan dalam izin pusat data. Ia mencontohkan rencana pusat data Amazon di Texas yang mendapat izin untuk melepaskan 33 juta ton karbon dioksida per tahun. Angka itu lebih besar daripada emisi yang diizinkan bagi pembangkit listrik mana pun di Amerika Serikat.

Garman mengatakan generator pusat data hampir tidak pernah beroperasi. Menurut dia, generator tersebut menganggur 99,9 persen dari waktu, atau berjalan sekitar 10 jam per tahun, terutama untuk pengujian pemeliharaan yang diwajibkan. Isu polusi juga menjadi sorotan dalam konteks lain: NAACP saat ini menggugat SpaceX/xAI milik Elon Musk terkait persoalan tersebut.

Manfaat komunitas dan persoalan kepercayaan

Untuk menjelaskan manfaat bagi masyarakat, Garman menyatakan Amazon telah menyumbangkan lebih dari 1 miliar dolar AS selama tiga tahun terakhir kepada komunitas di seluruh Amerika Serikat yang memiliki kehadiran pusat data Amazon yang berarti. Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan tidak lagi menggunakan NDA dengan lembaga pemerintah yang bekerja sama dalam proyek-proyeknya.

Belum jelas apakah penjelasan itu cukup untuk meredakan kecurigaan masyarakat. CEO Anthropic Dario Amodei baru-baru ini menyebut penolakan terhadap AI sebagai “krisis kepercayaan” yang mendasar. Menurut Amodei, orang menganggap pemerintah dan perusahaan teknologi selalu mencari cara baru untuk merugikan mereka.

Penulis Jasmine Sun menyampaikan gambaran serupa mengenai respons warga terhadap argumen perusahaan teknologi. Ia mencatat bahwa ketika penentang pusat data diberi penjelasan dari perusahaan, jawaban yang biasanya muncul adalah, “Saya tidak percaya mereka.”

Tags: Amazon Web ServicesMatt GarmanNDAPusat Data
Previous Post

Modus Penipuan ChatGPT Arahkan Pengguna Memasang Malware

Next Post

Kopi Nako Cianjur: Menu, Kisaran Harga, Lokasi, dan Info Berkunjung

Next Post
Kopi Nako Cianjur

Kopi Nako Cianjur: Menu, Kisaran Harga, Lokasi, dan Info Berkunjung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CIANJUR TERKINI

Disbudpar Cianjur Rekomendasikan Delapan Objek sebagai Cagar Budaya

Disbudpar Cianjur Rekomendasikan Delapan Objek sebagai Cagar Budaya

October 4, 2026
DPRD Jabar Dorong Desa Gekbrong Cianjur Jadi Desa Wisata

DPRD Jabar Dorong Desa Gekbrong Cianjur Jadi Desa Wisata

October 4, 2026
Pemkab Bandung Siapkan Usulan Tambahan Kuota Pertalite dan Biosolar

Pemkab Bandung Siapkan Usulan Tambahan Kuota Pertalite dan Biosolar

October 4, 2026
Pemkab Cianjur Siapkan Kuota UHC 2027 untuk 372.772 Peserta

Pemkab Cianjur Siapkan Kuota UHC 2027 untuk 372.772 Peserta

October 4, 2026

CIANJUR.CO adalah website City Directory Kota Cianjur yang merangkum informasi dari berbagai destinasi wisata, penginapan, kuliner, hiburan, area publik, hingga ke gedung pendidikan dan perkantoran. Selain itu juga mengangkat berita ringan yang ada di kota Cianjur.

KONTAK KAMI

Jl. Raya Puncak, Cugenang, Cianjur. Jawa Barat – Indonesia.
0899-862-5050
info@cianjur.co
www.cianjur.co

NAVIGASI

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami

© 2024 Cianjur.Co

No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime

© 2024 Cianjur.Co