CIANJUR.CO – Desa Gekbrong di Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, didorong untuk berkembang menjadi desa wisata dengan mengandalkan potensi alam perbukitannya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat menilai kawasan tersebut memiliki pemandangan yang dapat ditata dan dipasarkan sebagai tujuan wisata alam.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, RK Dadan Surya Negara, menyampaikan dorongan itu saat berada di Cianjur, Minggu. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, ia menilai panorama perbukitan di Desa Gekbrong memiliki peluang untuk dikembangkan seperti destinasi wisata lain di Jawa Barat.
Menurut Dadan, akses jalan yang sudah layak dan menggunakan cor beton menjadi salah satu modal bagi pengembangan kawasan. Kondisi tersebut memudahkan wisatawan mencapai sejumlah lokasi wisata alam yang saling terhubung. Namun, akses itu belum cukup untuk mendukung kegiatan wisata secara menyeluruh karena masih diperlukan sarana dan prasarana penunjang.
Pengembangan yang didorong tidak hanya menyangkut daya tarik alam, tetapi juga penataan lokasi dan pengelolaan. Dadan menyatakan siap membantu pemerintah desa yang telah mulai melakukan penataan, termasuk membuka peluang membawa investor untuk menanamkan modal. Ia menyebut kekayaan alam Gekbrong memiliki potensi yang dapat dipasarkan.
Baca juga: Pemkab Bandung Siapkan Usulan Tambahan Kuota Pertalite dan Biosolar
Meski demikian, kawasan perbukitan tersebut belum banyak dikunjungi. Salah satu penyebabnya, lokasi wisata belum dibuka secara resmi dan fasilitas umum masih terbatas. Ketersediaan kamar mandi dan mushala, misalnya, masih minim. Karena itu, pengembangan fasilitas menjadi bagian yang perlu menyertai upaya mengenalkan kawasan kepada calon pengunjung.
Dadan juga menyebut kawasan itu layak dikembangkan menjadi beberapa objek wisata, termasuk tempat berkemah. Ia mendorong agar potensi tersebut dikelola sebagai desa wisata oleh pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan kerja sama bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Pengelolaan itu diharapkan dapat menghasilkan pendapatan asli desa (PADes).
Selain penataan dan pengelolaan, dukungan yang disiapkan mencakup penanaman pohon. Dadan mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan bibit pohon buah. Tanaman tersebut dapat menghasilkan buah untuk dikonsumsi maupun dijual, sementara pohon keras dinilai dapat membantu menjaga tanah agar tidak labil dan rawan longsor.
Baca juga: Pemkab Cianjur Siapkan Kuota UHC 2027 untuk 372.772 Peserta
Promosi juga menjadi bagian dari rencana dukungan DPRD Jabar. Dadan mengatakan pihaknya akan membantu mengenalkan keindahan alam Desa Gekbrong agar diketahui lebih banyak kalangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Promosi itu dimaksudkan untuk memperluas pengenalan terhadap kawasan yang saat ini belum banyak didatangi pengunjung.
Persoalan air di lokasi wisata turut masuk dalam perhatian. Dadan menyatakan akan membantu pembangunan pipanisasi dari sumber air yang sudah tersedia, termasuk pembangunan bak penampungan. Rencana tersebut bukan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan objek wisata, tetapi juga mengalirkan air hingga ke ladang petani di sekitarnya.
Petani sekitar, menurut keterangan yang disampaikan Dadan, selama ini cukup kesulitan memperoleh pasokan air, terutama saat musim kemarau. Dengan demikian, pipanisasi yang direncanakan diharapkan dapat menjangkau kawasan wisata sekaligus ladang yang membutuhkan pasokan. Dukungan untuk air tersebut berjalan beriringan dengan rencana penataan destinasi, bukan hanya menyasar kebutuhan pengunjung.
Baca juga: Pemkot Bandung Prioritaskan Transisi Pengelolaan Bandung Zoo dan Eks Pekerja
Warga Desa Gekbrong berharap pengembangan objek wisata alam dapat segera terwujud. Mereka juga menginginkan adanya penataan tempat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjajakan produk yang dihasilkan. Penataan lokasi usaha diharapkan memberi ruang bagi produk lokal untuk dipasarkan kepada wisatawan yang datang.
Dindin Awalidin, pelaku UMKM olahan teh Gekbrong, mengatakan warga berharap keindahan alam desa dapat menarik wisatawan sehingga produk mereka bisa menjadi buah tangan. Ia menyampaikan harapan agar peningkatan kunjungan turut mendorong penghasilan pelaku usaha dan perekonomian masyarakat setempat. Keterlibatan UMKM, dengan demikian, menjadi bagian dari harapan warga terhadap pengembangan wisata di desa tersebut.





