CIANJUR.CO – Suparjo membawa sapi bernama Wongso ke Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 di Kabupaten Bogor setelah menyiapkannya selama kurang lebih tiga bulan. Peternak asal Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah, itu melakukan sejumlah perubahan dalam perawatan agar ternaknya siap mengikuti kontes.
Berdasarkan laporan detikJabar, persiapan yang dilakukan Suparjo mencakup penyesuaian pola pakan, menjaga kebersihan, serta memperhatikan kesehatan Wongso. Ia menyampaikan hal tersebut di Gelora Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/10/2026).
“Pola pakan diubah. Kemudian kebersihan dijaga dan kesehatan juga diperhatikan,” ujar Suparjo. Rangkaian perawatan itu dilakukan dalam masa persiapan sebelum Wongso dibawa dari daerah asalnya untuk tampil dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Empat Kebiasaan di Rumah yang Bisa Mengundang Tikus
Wongso berusia sekitar 4,5 tahun. Bagi Suparjo, keikutsertaan dalam kontes bukan hanya kesempatan untuk menunjukkan hasil pemeliharaan sapi, tetapi juga ruang untuk bertemu dengan peternak dari wilayah lain. Pengalaman itu menjadi salah satu alasan ia membawa Wongso ke Bogor.
Kontes tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor dan Asosiasi Peternak dan Penggemar Sapi Indonesia (APPSI). Kegiatan ini mempertemukan pelaku peternakan dengan latar pengalaman dan skala usaha yang beragam, mulai dari peternakan besar hingga peternak rakyat dan perorangan.
Ketua Panitia Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026, Mardi, mengatakan peserta berasal dari sejumlah daerah. Wilayah yang disebut mencakup Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, hingga Kalimantan. Keberagaman asal dan latar usaha itu membuat peserta dapat saling bertemu dalam satu ajang.
Baca juga: Empat Rumah Sakit Bersejarah di Bandung Raya yang Masih Beroperasi
Menurut Mardi, kontes juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi. Para peternak dapat bertukar pikiran dan pengalaman, sekaligus membangun jejaring. Pertemuan tersebut memberi kesempatan bagi peserta untuk membicarakan pengetahuan yang mereka peroleh saat mengembangkan ternak masing-masing.
Jumlah sapi yang akan mengikuti kontes belum ditetapkan. Panitia masih memperbarui pendataan peserta dan memperkirakan jumlahnya berada pada kisaran 200 hingga 500 ekor. Perkiraan itu disampaikan Mardi seiring proses pencatatan yang masih berlangsung.
Baca juga: Villa Isola Bandung: Dari Rumah Berretty hingga Gedung Rektorat UPI
Mardi juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan masyarakat dalam penyelenggaraan acara. Ia menilai keterlibatan tersebut membantu kelancaran kontes sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan pelaku peternakan. “Support dari masyarakat Bogor luar biasa. Kebetulan support langsung penuh dari Bapak Bupati dan perangkatnya. Kami di-support semuanya,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan Wongso, Suparjo dapat menampilkan hasil perawatan yang telah dijalankan selama sekitar tiga bulan. Pada saat yang sama, kehadirannya di kontes membuka kesempatan untuk berjumpa dan berinteraksi dengan peternak dari berbagai daerah yang berkumpul di Kabupaten Bogor.





