• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
No Result
View All Result
Home Berita

Villa Isola Bandung: Dari Rumah Berretty hingga Gedung Rektorat UPI

by
October 4, 2026
in Berita
0
Villa Isola Bandung: Dari Rumah Berretty hingga Gedung Rektorat UPI

Gedung Isola UPI di Bandung. (Foto: Anindya Aurellia Devi/detikJabar)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CIANJUR.CO – Bangunan putih bergaya Art Deco di kawasan Jalan Dr. Setiabudi, Bandung, itu telah melewati sejumlah perubahan penting. Dikenal sebagai Villa Isola ketika dibangun, bangunan tersebut kini bernama Gedung Bumi Siliwangi dan menjadi Gedung Rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Perjalanannya tidak hanya berkaitan dengan sejarah arsitektur, tetapi juga dengan masa kolonial, perang, dan perkembangan pendidikan tinggi.

Berdasarkan laporan detikJabar, Villa Isola bermula sebagai kediaman pribadi Dominique Willem Berretty, tokoh media yang mendirikan kantor berita ANETA di Hindia Belanda. Berretty dikenal sebagai pengusaha media yang kaya dan berpengaruh pada masanya. Ia memilih kawasan Bandung Utara yang ketika itu masih relatif jauh dari keramaian pusat kota, di Jalan Setiabudi menuju Lembang.

Pembangunannya dimulai pada Oktober 1932 dan rampung sekitar Maret 1933. Pekerjaan tersebut ditangani biro arsitektur AIA dengan C.P. Wolff Schoemaker sebagai arsitek. Biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar 500.000 gulden, nilai yang sangat besar pada masa itu. Sejak awal, lokasi dan rancangan bangunan tersebut membuat Villa Isola menonjol di antara bangunan di sekitarnya.

Rancangan Art Deco dan makna nama Isola

Schoemaker merancang bangunan dengan karakter Art Deco, antara lain melalui bentuk geometris, garis melengkung, dan komposisi yang tampak simetris. Rancangannya juga memperlihatkan perpaduan gagasan modern dengan unsur arsitektur serta filosofi lokal. Perhatian terhadap orientasi bangunan menjadi salah satu bagian dari pendekatan tersebut.

Baca juga: Pasar Antik Cikapundung Menarik Gen Z, Pedagang Beradaptasi

Sisi bangunan yang menghadap utara dan selatan dirancang dengan mempertimbangkan orientasi kosmik, lingkungan sekitar, dan pemanfaatan cahaya matahari. Dengan demikian, Villa Isola tidak hanya menampilkan bentuk modern, tetapi juga memperhitungkan hubungannya dengan lingkungan. Dari bangunan itu, pemandangan Bandung dan pegunungan di sekitarnya dapat dinikmati. Taman dan kolam yang mengelilinginya turut memperkuat kesan megah.

Nama Isola juga terkait dengan tulisan yang berada di bagian dalam bangunan, yakni “M’Isolo E Vivo”. Frasa berbahasa Italia itu kurang lebih berarti “saya mengasingkan diri dan bertahan hidup”. Maknanya berkaitan dengan cara Berretty memandang rumahnya yang berada jauh dari keramaian kota. Pada masa itu, letak Villa Isola yang relatif terpencil dianggap sesuai dengan gagasan tersebut.

Dari kediaman pribadi menjadi hotel

Villa Isola tidak lama dinikmati Berretty sebagai rumah pribadi. Pada 1934, ia meninggal dalam kecelakaan pesawat ketika berada dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Batavia. Setelah itu, fungsi bangunan berubah. Pada 1935, Villa Isola dijadikan Hotel Isola, cabang Grand Hotel Savoy Homann. Tempat tersebut kemudian digunakan untuk menginap sekaligus menerima tamu.

Baca juga: Pedal Puff Girls, Komunitas Gowes Perempuan Bandung yang Mengayuh Bersama

Dokumentasi Museum Pendidikan Nasional UPI menunjukkan adanya kunjungan tokoh penting ke Hotel Isola pada masa itu. Catatan tersebut menggambarkan bahwa bangunan yang semula menjadi rumah seorang pengusaha media kemudian berperan sebagai tempat menerima tamu. Perubahan itu menjadi bagian awal dari rangkaian pergantian fungsi Villa Isola sebelum akhirnya masuk ke lingkungan pendidikan.

Melewati perang hingga menjadi bagian kampus

Perubahan kembali terjadi ketika Perang Dunia II. Pada 1942, saat Jepang datang ke Indonesia, Villa Isola pernah digunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan penyerahan Bandung dari pemerintah Belanda kepada Jepang. Bangunan tersebut juga sempat berfungsi sebagai museum pada masa pendudukan Jepang.

Sesudah Indonesia memasuki masa revolusi kemerdekaan, para pejuang pernah menggunakan Villa Isola. Konflik pada periode itu menyebabkan kerusakan pada bangunan. Pada 16 Februari 1946, pasukan Inggris dan Belanda menembaki serta membom Villa Isola. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari pengalaman bangunan ini selama masa perang.

Baca juga: Berjalan Kaki Melibatkan Otak dan Mendukung Fungsi Kognitif

Pemerintah Republik Indonesia menasionalisasi Villa Isola pada 1951. Bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai villa mewah itu kemudian diberi nama Bumi Siliwangi. Tiga tahun sesudahnya, tepatnya 20 Oktober 1954, Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) didirikan di Bandung. Lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan UPI.

Gedung Bumi Siliwangi yang berasal dari Villa Isola lalu menjadi bagian dari kampus pendidikan guru tersebut. Dalam perkembangannya, lembaga itu berubah menjadi IKIP Bandung dan kemudian Universitas Pendidikan Indonesia. Bangunan tersebut tetap dipertahankan dan kini digunakan sebagai Gedung Rektorat UPI.

Villa Isola saat ini bukan lagi rumah pribadi ataupun hotel. Keberadaannya di kawasan UPI menjadikannya salah satu landmark Kota Bandung. Jejaknya mencakup masa ketika bangunan itu menjadi kediaman D.W. Berretty, beralih fungsi sebagai hotel, melewati masa pendudukan dan revolusi, hingga menjadi bagian dari sejarah pendidikan tinggi. Karena rangkaian perubahan itu, Bumi Siliwangi tetap melekat dengan identitas kawasan UPI dan perjalanan sejarah Kota Bandung.

Tags: Art DecoBumi SiliwangiD.W. BerrettyUPI BandungVilla Isola
Previous Post

Pasar Antik Cikapundung Menarik Gen Z, Pedagang Beradaptasi

Next Post

Empat Rumah Sakit Bersejarah di Bandung Raya yang Masih Beroperasi

Next Post
Empat Rumah Sakit Bersejarah di Bandung Raya yang Masih Beroperasi

Empat Rumah Sakit Bersejarah di Bandung Raya yang Masih Beroperasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CIANJUR TERKINI

Empat Kebiasaan di Rumah yang Bisa Mengundang Tikus

Empat Kebiasaan di Rumah yang Bisa Mengundang Tikus

October 4, 2026
Empat Rumah Sakit Bersejarah di Bandung Raya yang Masih Beroperasi

Empat Rumah Sakit Bersejarah di Bandung Raya yang Masih Beroperasi

October 4, 2026
Villa Isola Bandung: Dari Rumah Berretty hingga Gedung Rektorat UPI

Villa Isola Bandung: Dari Rumah Berretty hingga Gedung Rektorat UPI

October 4, 2026
Pasar Antik Cikapundung Menarik Gen Z, Pedagang Beradaptasi

Pasar Antik Cikapundung Menarik Gen Z, Pedagang Beradaptasi

October 4, 2026

CIANJUR.CO adalah website City Directory Kota Cianjur yang merangkum informasi dari berbagai destinasi wisata, penginapan, kuliner, hiburan, area publik, hingga ke gedung pendidikan dan perkantoran. Selain itu juga mengangkat berita ringan yang ada di kota Cianjur.

KONTAK KAMI

Jl. Raya Puncak, Cugenang, Cianjur. Jawa Barat – Indonesia.
0899-862-5050
info@cianjur.co
www.cianjur.co

NAVIGASI

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami

© 2024 Cianjur.Co

No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime

© 2024 Cianjur.Co