CIANJUR.CO – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) menyerahkan bantuan becak listrik dari Presiden RI kepada 120 penerima di sejumlah kecamatan di Cianjur, Kamis. Bantuan itu ditujukan kepada pengemudi becak lanjut usia yang selama ini mengandalkan pekerjaan mengayuh becak untuk menopang kehidupan sehari-hari.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penyaluran bantuan tersebut. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, ia mengatakan bantuan itu menunjukkan kepedulian Presiden RI kepada para pengemudi becak lansia di Cianjur. Para penerima merupakan warga yang masih bekerja dan memperoleh penghidupan dari mengoperasikan becak.
Menurut Wahyu, penggunaan becak listrik dapat membantu mereka bekerja tanpa harus terus mengayuh. Kendaraan dijalankan dengan memutar gas, sehingga bantuan ini diharapkan meringankan beban fisik pengemudi sekaligus memberi peluang untuk meningkatkan penghasilan. Manfaat itu berkaitan langsung dengan pekerjaan yang selama ini mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Baca juga: Pemkab Garut Tata Jalan Pasar Baru dengan Acuan Kawasan Malioboro
“Kehadiran becak listrik dapat memberikan harapan baru bagi para lansia yang masih semangat berjuang demi keluarga,” kata Wahyu. Ia menyebut para penerima dapat bekerja dengan lebih aman dan nyaman, serta tetap menjalankan pekerjaannya secara bermartabat. Bantuan tersebut, menurutnya, ditujukan untuk mendukung pengemudi yang masih bersemangat mencari nafkah, bukan sekadar mengganti kendaraan yang mereka gunakan.
Wahyu juga melihat becak listrik dapat menunjang pengalaman wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Cianjur. Wisatawan dapat berkeliling kota atau tempat wisata menggunakan becak, sehingga memperoleh pengalaman baru yang unik. Penggunaan becak listrik itu, dalam pandangannya, tetap mempertahankan kearifan lokal berupa perjalanan dengan becak.
Agar becak dapat digunakan dengan lebih mudah, Pemkab Cianjur akan berkoordinasi dengan PLN untuk menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Fasilitas pengisian daya itu direncanakan tersedia di sejumlah lokasi strategis. Wahyu mengatakan titik pengisian perlu mudah dijangkau oleh para pengemudi, sehingga mereka dapat mengisi daya becak listrik tanpa kesulitan.
Baca juga: Pemkab Sumedang Siapkan 120 Rumah untuk Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat
“Kami akan berkoordinasi dengan PLN untuk menyiapkan SPKLU yang mudah dijangkau para pengemudi becak listrik di Cianjur, sehingga mereka dapat dengan mudah mengisi daya,” ujar Wahyu. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung penggunaan becak listrik setelah bantuan diserahkan kepada penerima.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden RI Prabowo Subianto kepada masyarakat, terutama pengemudi becak yang sudah lanjut usia. Program ini memang menyasar pengemudi lansia, dengan tujuan meringankan beban fisik mereka sekaligus mendongkrak perekonomian keluarga.
Baca juga: Enam Tersangka Pencurian Kabel Whoosh Ditangkap Polres Cimahi
Firman berharap penerima merawat becak listrik agar usia pakainya lebih lama. Ia mengingatkan kendaraan bantuan itu tidak dijual, disewakan, ataupun digadaikan. Becak listrik, menurut pesan Firman, harus benar-benar digunakan oleh penerima untuk meringankan beban dalam bekerja. Penggunaan tersebut sejalan dengan tujuan program, yakni membantu pengemudi lansia menjalankan pekerjaan tanpa harus mengayuh.
Penyerahan bantuan kepada 120 penerima dilakukan di sejumlah kecamatan di Cianjur. Selain menyampaikan manfaat bagi pengemudi dan keluarga, pemerintah daerah juga menyebut rencana penyediaan SPKLU bersama PLN untuk memudahkan pengisian daya. Sementara itu, YGSN menekankan agar kendaraan dirawat dan dipakai sesuai peruntukannya.





