CIANJUR.CO – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengupayakan tambahan dukungan untuk mempercepat perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), termasuk melalui bantuan pemerintah pusat dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Berdasarkan data 2026, sebanyak 15.279 unit rumah di Kabupaten Bandung Barat telah terdata dan mengajukan bantuan Rutilahu. Sementara itu, kemampuan APBD daerah tahun ini baru mencakup perbaikan 367 rumah.
Baca juga: Jalur Pendakian Kawah Gunung Papandayan Ditutup untuk Wisatawan
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan keterbatasan anggaran tidak mengurangi upaya pemerintah daerah untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat pra-sejahtera.
“Kita memang punya keterbatasan anggaran, tapi keterbatasan anggaran tidak boleh membatasi ikhtiar kita memberikan hunian yang layak untuk masyarakat,” ujar Jeje, Senin (28/9/2026).
Selain mengoptimalkan anggaran daerah, Pemkab Bandung Barat telah mengajukan bantuan perbaikan untuk 2.451 unit rumah kepada pemerintah pusat. Jeje menyebut proses pengajuan tersebut masih terus dikawal. Pemkab juga membuka kolaborasi dengan pihak swasta melalui CSR.
Baca juga: Kunjungan IGD RSUD Otista Hampir Dua Kali Lipat, Banyak Pasien Anak
“Kita telah mengajukan bantuan perbaikan untuk 2.451 unit rumah kepada Pemerintah Pusat, yang saat ini prosesnya terus dikawal. Kemudian kita juga membuka kolaborasi dengan siapapun, termasuk swasta melalui program CSR,” kata Jeje.
Jeje juga meminta agar kendala administrasi tidak menghambat pelaksanaan program. Salah satu persoalan yang disorot adalah pengajuan bantuan untuk Nonoh Rohanah (86), warga Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindangkerta. Pengajuan itu sempat tertahan karena legalitas tanah masih tercatat atas nama keponakannya.
Menurut Jeje, proses administrasi perlu dikawal dan dipercepat, terlebih saat musim penghujan telah memasuki wilayah tersebut. Ia juga menekankan agar pengerjaan rumah dilakukan dengan baik sehingga layak dan nyaman ditinggali.
Baca juga: Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya di Cirebon Telan Anggaran Rp1,8 Miliar
“Proses administrasi ini harus dikawal dan dipercepat, apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan. Kita ingin pengerjaannya bagus sehingga rumahnya benar-benar layak dan nyaman untuk ditinggali,” ujar Jeje.
Pemkab Bandung Barat menyatakan penanganan Rutilahu membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah berupaya agar perbaikan rumah warga berjalan bertahap, transparan, dan tepat sasaran.





