CIANJUR.CO – Pemerintah Kota Bandung memprioritaskan penataan transisi pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, termasuk penyelesaian persoalan sosial yang dialami para eks pekerja terdampak perubahan pengelolaan. Langkah tersebut disiapkan sebelum revitalisasi kebun binatang dilanjutkan bersama pengelola baru, Faunaland.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa kelancaran peralihan pengelolaan dan penanganan eks pekerja menjadi perhatian pemerintah kota. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Farhan mengatakan penyelesaian aspek sosial merupakan prioritas sebelum revitalisasi berjalan lebih terarah.
“Untuk saat ini, prioritas Pemkot Bandung adalah memastikan proses transisi pengelolaan Kebun Binatang Bandung berjalan dengan baik, termasuk menuntaskan aspek sosial yang berkaitan dengan eks pekerja,” kata Farhan kepada ANTARA di Bandung, Minggu.
Farhan menjelaskan, revitalisasi akan dilanjutkan setelah masa transisi tertata dengan baik. Dengan demikian, penataan pengelolaan dan penyelesaian persoalan yang menyertai perubahan tersebut menjadi bagian dari tahapan sebelum pekerjaan bersama Faunaland diteruskan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Baca juga: Tiga Bulan Rawat Wongso, Suparjo Ikut Kontes Sapi APPSI 2026
Di sisi ketenagakerjaan, Pemkot Bandung saat ini menyiapkan kesempatan kerja bagi mantan karyawan yang terkena dampak. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana menyebut hasil asesmen Faunaland sebagai salah satu bahan untuk melihat kemungkinan penempatan. Pertimbangan yang digunakan mencakup kompetensi dan pengalaman masing-masing eks karyawan serta kebutuhan tenaga kerja yang tersedia.
“Hasil asesmen tersebut menjadi salah satu dasar bagi kami untuk melihat peluang penempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi masing-masing serta kebutuhan tenaga kerja yang tersedia,” ujar Yayan.
Dari keseluruhan 121 eks karyawan Bandung Zoo, sebanyak 57 orang tercatat sebagai pekerja terdampak. Latar belakang mereka beragam, sehingga peluang penempatan tidak hanya dilihat dari jumlah pekerja, tetapi juga dari keterampilan serta pengalaman yang dimiliki dan kebutuhan pada posisi yang tersedia.
Baca juga: Empat Kebiasaan di Rumah yang Bisa Mengundang Tikus
Ragam pengalaman para pekerja itu meliputi perawatan satwa, operasional, sarana dan prasarana, pertamanan, nutrisi satwa, pelayanan tiket, hingga administrasi. Keberagaman bidang tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam mencocokkan kemampuan para eks karyawan dengan pekerjaan yang dapat disiapkan.
Yayan mengatakan Faunaland telah menyepakati rencana penempatan kerja dengan mempertimbangkan kompetensi para eks karyawan dan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing perangkat daerah. Skema yang direncanakan bukan penempatan dengan satu pola kerja untuk semua orang.
“Penempatan akan menggunakan pola tenaga outsourcing atau kontrak perorangan sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku,” katanya. Keterangan tersebut menjelaskan bentuk hubungan kerja yang disiapkan, dengan pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan serta mekanisme yang berlaku.
Baca juga: Empat Rumah Sakit Bersejarah di Bandung Raya yang Masih Beroperasi
Sementara itu, General Manager Faunaland Dwiki G Prakoso mengatakan persiapan pengelolaan Bandung Zoo terus dilakukan seiring proses revitalisasi dan persiapan pembukaan kembali bagi masyarakat. Persiapan tersebut, menurut Dwiki, tidak terbatas pada kawasan dan fasilitas, tetapi juga mencakup organisasi yang dibutuhkan untuk menjalankan pengelolaan secara berkelanjutan.
Faunaland, lanjut Dwiki, tetap menghargai kontribusi pekerja yang selama ini menjadi bagian dari Bandung Zoo. Selama kebun binatang ditutup, para pekerja turut menjaga kawasan serta memastikan perawatan satwa tetap berlangsung. Peran tersebut menjadi bagian dari kontribusi mereka dalam menjaga kegiatan di Bandung Zoo selama masa penutupan.
“Yang kami persiapkan bukan hanya kawasan dan fasilitasnya, tetapi juga organisasi yang dapat mendukung pengelolaan Bandung Zoo secara berkelanjutan,” ujar Dwiki. Pernyataan itu disampaikan di tengah persiapan revitalisasi dan rencana pembukaan kembali, ketika proses transisi pengelolaan serta penanganan eks pekerja masih menjadi perhatian Pemkot Bandung.





