CIANJUR.CO – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut membantu pemulangan Iyus, warga Kecamatan Karangpawitan yang menjadi korban insiden Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Setelah berhasil diidentifikasi, jenazahnya dibawa untuk diserahkan kepada keluarga di Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, kemudian dimakamkan. Pemulangan tersebut menjadi bagian dari penanganan pemerintah daerah terhadap korban asal Garut.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kepala Dinsos Kabupaten Garut Marlinda Siti Hana menyampaikan bahwa Iyus berusia 50 tahun dan telah diantarkan ke daerah asalnya pada Sabtu pagi. “Almarhum Iyus (50) ini berasal dari Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut sudah diantarkan tadi pagi,” kata Marlinda di Garut, Sabtu. Iyus merupakan satu dari korban insiden yang ditemukan dalam pencarian di Banjarmasin.
Marlinda menuturkan, Iyus termasuk satu dari 12 korban baru KM Virgo yang ditemukan Tim Search and Rescue (SAR) gabungan di Banjarmasin pada Jumat (2/10). Setelah ditemukan, korban menjalani proses identifikasi. Sesudah identitasnya dipastikan, jenazah dibawa ke Garut agar dapat diserahkan kepada keluarga yang berduka di Desa Situsaeur.
Baca juga: Apdesi Cianjur dan Inspektorat Bina Tata Kelola Keuangan 58 Desa
Jenazah tiba di Karangpawitan sekitar pukul 12.00 WIB dan kemudian dimakamkan. Dalam penyampaian Marlinda, keluarga telah menerima jenazah. Penyerahan itu disaksikan perwakilan Dinsos Garut, jajaran aparatur pemerintah setempat, serta tokoh masyarakat. Dengan demikian, pemulangan yang dibantu Dinsos berlanjut hingga jenazah diterima keluarga dan dimakamkan di daerah asalnya.
Pemerintah Kabupaten Garut juga memberikan bantuan kepada keluarga Iyus. Marlinda menyebut bantuan tersebut disalurkan melalui Dinsos dan terdiri atas satu paket bantuan sosial serta santunan uang duka sebesar Rp2 juta. Santunan itu diperuntukkan bagi pemulasaraan. “Dari Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Sosial sudah memberikan satu paket bantuan sosial, dan santunan uang Rp2 juta untuk pemulasaraan,” ujarnya.
Baca juga: PLN dan DLH Cianjur Perkuat Pengamanan Pohon di Sekitar Jaringan Listrik
Sementara itu, penanganan korban asal Garut lainnya masih menunggu informasi lanjutan. Marlinda mengatakan masih ada sembilan orang asal Garut yang belum ditemukan. Dinsos Garut, menurut dia, menanti kabar dari Kantor Pencarian dan Pertolongan mengenai perkembangan pencarian dan keadaan para korban tersebut.
Marlinda juga menyampaikan bahwa pihaknya belum menentukan langkah selanjutnya secara tersendiri. Dinsos menunggu arahan dari pemerintah pusat. “Terkait seperti apa langkah selanjutnya, tapi kalau dari kita, kita menunggu saja, apa menjadi arahan dari pusat, sementara itu,” kata Marlinda. Pernyataan tersebut merujuk pada tindak lanjut yang akan dilakukan terkait korban lain yang masih belum ditemukan.
Baca juga: Pemkab Cianjur Ajukan Bantuan 600 Kios untuk Pasar Ciranjang
Sebelumnya, sebanyak 22 warga Garut dilaporkan menjadi korban insiden KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada 13 September 2026. Dari jumlah itu, 10 orang ditemukan selamat. Iyus merupakan satu dari tiga korban asal Garut yang meninggal dunia. Dua korban lainnya, Risyan Kurnia (29) dan Erik Maosul Latip (38), telah lebih dahulu dimakamkan.
Dengan dimakamkannya Iyus, tiga korban asal Garut yang meninggal dalam insiden tersebut telah disebutkan, sementara sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang. Dinsos Garut menunggu informasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan dan arahan dari pusat mengenai langkah berikutnya. Informasi mengenai jumlah korban, korban selamat, serta warga yang belum ditemukan disampaikan dalam laporan terkait insiden tersebut.





