{"id":9226,"date":"2026-10-07T22:57:42","date_gmt":"2026-10-07T15:57:42","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=9226"},"modified":"2026-10-07T22:57:42","modified_gmt":"2026-10-07T15:57:42","slug":"pendinginan-tpas-gunung-santri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/pendinginan-tpas-gunung-santri\/","title":{"rendered":"DLH Cirebon Percepat Pendinginan Sisa Kebakaran di TPAS Gunung Santri"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIANJUR.CO<\/strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon mempercepat penanganan sisa kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri. Upaya yang dilakukan meliputi pembongkaran timbunan, penyiraman, dan pengurukan. Rangkaian pekerjaan ini ditujukan untuk memastikan bara di dalam tumpukan benar-benar padam, bukan sekadar menghilangkan asap yang terlihat di permukaan.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto, mengatakan api di lokasi secara umum sudah padam. Meski demikian, petugas masih menemukan asap dari bagian dalam tumpukan sampah. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Suyanto menyampaikan di Cirebon pada Rabu bahwa asap tersebut kini tidak terlalu pekat dibandingkan hari sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cSudah padam semua, tinggal penguraian karena masih ada asap. Sekarang sudah tidak terlalu pekat seperti kemarin,\u201d kata Suyanto. Keterangan itu menunjukkan bahwa kondisi api yang tampak padam belum menjadi penanda bahwa penanganan selesai. Petugas masih perlu mengurai bagian yang berasap untuk memeriksa dan mendinginkan material di dalam timbunan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/ekspor-ilegal-emas-bijb-kertajati\/\">Bea Cukai Cirebon Gagalkan Upaya Ekspor Ilegal 5,25 Kg Emas<\/a><\/p>\n<p>Penguraian dilakukan dengan bantuan ekskavator. Menurut Suyanto, langkah ini penting karena api dapat bertahan di bagian bawah sampah walaupun permukaan tumpukan terlihat sudah padam. Pembongkaran memungkinkan material yang menyimpan panas terbuka dan dapat ditangani, sehingga pekerjaan pendinginan menjangkau bagian dalam, bukan hanya sisi yang terlihat.<\/p>\n<p>Setelah timbunan dibongkar, sampah disiram menggunakan air untuk menurunkan suhu material sekaligus memutus kemungkinan bara kembali menyala. Sesudah penyiraman, timbunan diuruk. Suyanto menjelaskan pengurukan dilakukan agar panas tidak merambat ke bagian lain. Dengan demikian, pembongkaran, penyiraman, dan pengurukan merupakan tahapan penanganan yang saling berkaitan.<\/p>\n<p>Petugas juga memperhatikan potensi gas metana di dalam timbunan sampah. Suyanto mengatakan keberadaan potensi tersebut membuat proses pendinginan perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama pada bagian yang masih menyimpan panas. Karena masih ada asap dari dalam tumpukan, penanganan diarahkan untuk memastikan titik-titik panas tidak terlewat sebelum lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/penembakan-siswa-di-garut\/\">Aten Munajat Desak Polres Garut Ungkap Penembakan Siswa SMA<\/a><\/p>\n<p>Untuk mendukung penyiraman, DLH mengerahkan sekitar empat hingga lima kendaraan pemasok air ke lokasi. Sementara itu, armada pemadam kebakaran belum sepenuhnya dapat digunakan karena sejumlah peralatan masih menjalani perbaikan. Kondisi armada tersebut menjadi salah satu hal yang menyertai proses pendinginan, sedangkan kendaraan pemasok air disiagakan untuk membantu penyiraman timbunan.<\/p>\n<p>DLH menargetkan penguraian dan pendinginan dapat dituntaskan hari itu. Setelah TPAS Gunung Santri dinyatakan aman, aktivitas pembuangan sampah direncanakan pulih secara bertahap. Selama lokasi belum dapat menerima seluruh muatan, DLH mengatur ulang operasional kendaraan pengangkut dari permukiman dan perumahan. Pengaturan itu dimaksudkan agar penumpukan sampah di kawasan tersebut tidak semakin meluas.<\/p>\n<p>Sebagian armada sementara diarahkan ke wilayah timur Cirebon. Pengangkutan di kawasan perkantoran Sumber juga menjadi salah satu prioritas. Namun, seluruh kendaraan belum dapat dialihkan karena kapasitas lokasi pembuangan alternatif terbatas. Karena itu, pengalihan armada belum bisa sepenuhnya menggantikan kegiatan pembuangan ke TPAS Gunung Santri selama penerimaan sampah di sana belum kembali normal.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/promosi-wisata-cianjur\/\">Disbudpar Cianjur Andalkan Promosi Digital dan Event pada 2026<\/a><\/p>\n<p>Suyanto menyebut dampak penghentian sementara pembuangan ke TPAS Gunung Santri mulai terlihat di sejumlah titik. Sampah yang biasanya diangkut rutin masih menumpuk karena kendaraan pengangkut tidak dapat membuang muatan selama dua hari. Keadaan tersebut muncul ketika tujuan pembuangan utama belum menerima seluruh muatan, sementara tempat alternatif mempunyai kapasitas terbatas.<\/p>\n<p>Suyanto berharap penanganan di TPAS segera selesai agar kendaraan pengangkut dapat kembali membuang sampah secara normal. Ia mengatakan pemulihan akan memungkinkan DLH menjalankan lagi rute pengangkutan dari permukiman dan perumahan tanpa menahan atau mengalihkan armada. Pembuangan ke TPAS sendiri akan dipulihkan secara bertahap setelah lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DLH Kabupaten Cirebon membongkar, menyiram, lalu menguruk timbunan sampah untuk memastikan bara tersisa di TPAS Gunung Santri padam.<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9228,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[2777,2897,2898,2764],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9226"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9226"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9227,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9226\/revisions\/9227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}