{"id":9166,"date":"2026-10-07T20:15:34","date_gmt":"2026-10-07T13:15:34","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=9166"},"modified":"2026-10-07T20:15:34","modified_gmt":"2026-10-07T13:15:34","slug":"mak-hotim-cibeber","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/mak-hotim-cibeber\/","title":{"rendered":"Mak Hotim di Cibeber Berharap Hunian Layak Bersama Anaknya"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIANJUR.CO<\/strong> &#8211; Mak Hotim, perempuan berusia 75 tahun, masih menjalani hari-harinya di sebuah rumah sederhana di Kampung Pasirbentang, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Ia tinggal bersama anak laki-lakinya, Openg, yang berusia 40 tahun. Kondisi rumah tersebut kini menjadi perhatian Pemerintah Desa Cibadak yang berupaya mencarikan tempat tinggal lebih aman dan layak bagi warga lanjut usia itu.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan iNews Cianjur, Openg sehari-hari bekerja di ladang milik orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Mak Hotim dan putranya menjalani kehidupan bersama di rumah yang berdiri di atas lahan milik Perhutani. Status tanah itu menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan pemerintah desa dalam mencari jalan keluar bagi kebutuhan hunian Mak Hotim.<\/p>\n<p>Mak Hotim mengatakan dirinya saat ini tinggal berdua dengan Openg. \u201cSekarang Mak tinggal berdua sama anak laki-laki yang bernama Openg,\u201d ujarnya lirih, Rabu (7\/10\/2026). Keterangan tersebut menggambarkan keadaan rumah tangga mereka, yang terdiri atas Mak Hotim dan putranya. Dalam keseharian, Openg bekerja di ladang milik orang lain, sementara keduanya tinggal di rumah sederhana di Kampung Pasirbentang.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/desa-rawan-banjir-dan-longsor-kabupaten-bandung\/\">BPBD Kabupaten Bandung Intensifkan Mitigasi di Desa Rawan Bencana<\/a><\/p>\n<p>Mak Hotim juga pernah menerima bantuan sosial pemerintah. Ia menyebut Program Keluarga Harapan (PKH) dan kemungkinan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada 2019. Namun, ia tidak lagi mengingat secara pasti apakah BPNT termasuk bantuan yang diterimanya. \u201cDulu tahun 2019 pernah dapat bantuan PKH dan mungkin BPNT, tapi lupa lagi,\u201d katanya. Bantuan yang disebut Mak Hotim itu merupakan informasi mengenai bantuan yang pernah diterimanya, sementara persoalan tempat tinggal kini menjadi perhatian pemerintah desa.<\/p>\n<p>Pemerintah Desa Cibadak mulai mencari langkah yang dapat dilakukan untuk membantu Mak Hotim memperoleh hunian yang lebih baik. Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan, mengatakan salah satu opsi sementara yang tengah dipertimbangkan adalah memindahkan Mak Hotim ke rumah anaknya. Meski demikian, opsi tersebut dinilai belum menyelesaikan persoalan dalam jangka panjang. Pemerintah desa masih perlu mencari solusi yang dapat memberikan kepastian tempat tinggal bagi Mak Hotim.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/kecelakaan-beruntun-tol-cipularang-km-91\/\">15 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 91<\/a><\/p>\n<p>Rencana untuk memperoleh penyelesaian permanen juga berhadapan dengan status lahan yang ditempati Mak Hotim. Elan menjelaskan, pembangunan rumah permanen belum memungkinkan karena tanah itu bukan milik pribadi, melainkan milik Perhutani. \u201cUntuk rumah permanen memang belum memungkinkan karena persoalan lahan. Lahannya bukan milik pribadi, tetapi milik Perhutani,\u201d ungkapnya. Dengan demikian, kendala yang disampaikan kepala desa berkaitan langsung dengan status tanah, bukan hanya rencana membangun rumah.<\/p>\n<p>Di tengah upaya mencari jalan keluar terkait lahan, pemerintah desa menyiapkan langkah yang bisa dilakukan lebih cepat. Pemdes Cibadak berupaya membuatkan rumah panggung sederhana untuk Mak Hotim. Hunian tersebut dimaksudkan sebagai tempat tinggal sementara yang lebih aman dan layak. Langkah ini disiapkan sambil menunggu adanya penyelesaian mengenai status lahan serta kemungkinan pembangunan rumah permanen.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/mahasiswa-kelola-sampah-bandung-raya\/\">25 Ribu Mahasiswa Dilibatkan Kelola Sampah Bandung Raya, Setara 10 SKS<\/a><\/p>\n<p>Rumah panggung itu menjadi upaya sementara, sedangkan koordinasi dengan dinas dan instansi terkait direncanakan untuk mencari solusi jangka panjang. Elan menyatakan pemerintah desa akan terus berupaya dan berkoordinasi agar ada jalan keluar terbaik bagi Mak Hotim. \u201cKami akan terus berupaya dan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar ada solusi terbaik untuk Mak Hotim,\u201d kata Elan.<\/p>\n<p>Bagi Mak Hotim, kebutuhan akan hunian yang layak berkaitan dengan tempat untuk menjalani hari bersama anaknya. Saat ini, ia dan Openg tinggal di rumah sederhana di atas lahan Perhutani. Pemerintah desa menyiapkan rumah panggung sebagai langkah sementara, sementara persoalan lahan masih menjadi kendala untuk mewujudkan rumah permanen. Koordinasi dengan instansi terkait menjadi bagian dari upaya yang disampaikan Elan untuk mencari penyelesaian bagi kondisi tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mak Hotim, 75 tahun, tinggal bersama putranya di rumah sederhana di atas lahan Perhutani. Pemerintah Desa Cibadak menyiapkan rumah panggung sementara sambil mencari solusi permanen.<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9168,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[2846,2847,2209,2848,2849],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9166"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9166"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9166\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9167,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9166\/revisions\/9167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}