{"id":9158,"date":"2026-10-07T17:43:38","date_gmt":"2026-10-07T10:43:38","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=9158"},"modified":"2026-10-07T17:43:38","modified_gmt":"2026-10-07T10:43:38","slug":"desa-rawan-banjir-dan-longsor-kabupaten-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/desa-rawan-banjir-dan-longsor-kabupaten-bandung\/","title":{"rendered":"BPBD Kabupaten Bandung Intensifkan Mitigasi di Desa Rawan Bencana"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIANJUR.CO<\/strong> &#8211; BPBD Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengintensifkan sosialisasi mitigasi bencana hidrometeorologi di delapan desa yang dipetakan rawan banjir bandang dan longsor. Upaya ini dilakukan menjelang musim hujan 2026, ketika masyarakat diminta memahami risiko bencana di wilayah tempat tinggal masing-masing.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung Diki Sudrajat menyampaikan bahwa langkah tersebut mengikuti prediksi Stasiun Klimatologi Jawa Barat. Sebagian besar wilayah provinsi itu diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Dengan perkiraan tersebut, sosialisasi dan penyampaian peringatan dini disiapkan sebelum periode hujan berlangsung.<\/p>\n<p>Diki menjelaskan, delapan desa sasaran ditentukan berdasarkan pemetaan potensi bencana. Wilayah-wilayah itu memiliki kerawanan banjir bandang, longsor, atau kedua jenis bencana tersebut. Menurutnya, sosialisasi akan dibuat lebih intensif untuk menjelaskan potensi ancaman sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai risiko bencana hidrometeorologi.<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan pemetaan potensi bencana, delapan desa itu rawan banjir bandang, longsor, atau keduanya,\u201d kata Diki. Ia menyebut penguatan pemahaman risiko sebagai salah satu tujuan kegiatan, sehingga warga di kawasan yang dipetakan dapat mengenali potensi ancaman di lingkungannya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/kecelakaan-beruntun-tol-cipularang-km-91\/\">15 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 91<\/a><\/p>\n<p>Desa yang disebut sebagai sasaran sosialisasi antara lain Panenjoan di Kecamatan Cicalengka, Nanjungmekar di Kecamatan Rancaekek, Cikalong di Kecamatan Cimaung, Pasirmulya di Kecamatan Banjaran, serta Buninagara di Kecamatan Kutawaringin. Desa Wargaluyu di Kecamatan Arjasari juga menjadi wilayah prioritas. Daftar yang disebutkan dalam laporan tersebut memuat enam nama desa, sementara jumlah sasaran yang disampaikan BPBD adalah delapan desa.<\/p>\n<p>Perhatian khusus terhadap Wargaluyu berkaitan dengan kejadian longsor yang pernah berlangsung pada 5 Desember 2025. Selain memiliki riwayat longsor tersebut, desa di Kecamatan Arjasari itu juga dipetakan memiliki potensi banjir bandang. Diki kembali menegaskan kedua kerawanan itu sebagai alasan wilayah tersebut termasuk prioritas sosialisasi.<\/p>\n<p>\u201cTerjadi longsor di Desa Wargaluyu pada 5 Desember 2025. Selain longsor, terdapat kerawanan banjir bandang di desa tersebut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/mahasiswa-kelola-sampah-bandung-raya\/\">25 Ribu Mahasiswa Dilibatkan Kelola Sampah Bandung Raya, Setara 10 SKS<\/a><\/p>\n<p>Langkah BPBD tidak hanya berupa penyuluhan langsung kepada desa-desa sasaran. Dinas tersebut juga telah menyebarkan surat peringatan dini mengenai potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan. Surat itu ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta kepala desa dan lurah.<\/p>\n<p>Penyebaran surat tersebut melibatkan unsur pemerintah di tingkat kabupaten hingga wilayah. Sementara itu, sosialisasi diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai ancaman pada lokasi yang masuk pemetaan. Kedua langkah itu menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai pada November.<\/p>\n<p>Diki mengingatkan bahwa potensi bencana tidak terbatas pada delapan desa sasaran. Pemetaan BPBD juga menunjukkan risiko hidrometeorologi di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Bandung. Untuk ancaman banjir akibat luapan sungai, wilayah yang disebut meliputi Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, Katapang, Margaasih, Banjaran, Solokanjeruk, Majalaya, Ciparay, dan Cangkuang.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/perusakan-kafe-di-katapang\/\">Polisi Dalami Motif Perusakan Kafe di Katapang, Tiga Orang Ditangkap<\/a><\/p>\n<p>Adapun potensi angin kencang dipetakan berada antara lain di Kecamatan Cileunyi, Rancaekek, Cimenyan, Katapang, Margahayu, Margaasih, Soreang, Cimaung, Banjaran, Solokanjeruk, dan Pameungpeuk. Sejumlah kecamatan muncul dalam pemetaan untuk lebih dari satu jenis ancaman, seperti Rancaekek, Katapang, Margaasih, Banjaran, dan Solokanjeruk.<\/p>\n<p>BPBD Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memahami potensi risiko di wilayah masing-masing. Imbauan itu disampaikan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi peningkatan intensitas hujan pada musim penghujan, di tengah pemetaan risiko banjir, longsor, dan angin kencang di berbagai wilayah kabupaten.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BPBD Kabupaten Bandung memperkuat sosialisasi mitigasi hidrometeorologi menjelang musim hujan 2026. Delapan desa dipetakan rawan banjir bandang dan longsor.<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9160,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[2840,2839,265,710,2841],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9158"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9158"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9159,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9158\/revisions\/9159"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}