{"id":9129,"date":"2026-10-07T13:07:35","date_gmt":"2026-10-07T06:07:35","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=9129"},"modified":"2026-10-07T13:07:35","modified_gmt":"2026-10-07T06:07:35","slug":"singkong-bioetanol-garut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/singkong-bioetanol-garut\/","title":{"rendered":"Garut Siapkan Lahan Marjinal untuk Singkong Bahan Bioetanol"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIANJUR.CO<\/strong> &#8211; Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyiapkan pemanfaatan lahan marjinal untuk pengembangan tanaman singkong. Komoditas tersebut akan menjadi salah satu bahan baku bioetanol, sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan energi nasional. Sasaran pengembangan adalah lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, bukan lahan pangan yang sudah produktif.<\/p>\n<p>Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan potensi penanaman ubi kayu atau singkong di wilayahnya diperkirakan mencapai 25.000 hingga 30.000 hektare. Luasan itu terutama berada di lahan-lahan marjinal. Ardhy menyampaikan keterangan tersebut di Garut, Rabu. Angka itu merupakan perkiraan potensi lahan, sementara pemerintah daerah masih mempersiapkan lokasi yang dinilai layak dikembangkan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/penggelapan-18-motor-di-kabupaten-bandung\/\">Polresta Bandung Ungkap Dugaan Penggelapan 18 Motor, Tiga Tersangka Diamankan<\/a><\/p>\n<p>Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, pengembangan bioetanol dengan bahan baku antara lain singkong sedang dilakukan pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan energi nasional. Dalam upaya tersebut, Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang didorong menyiapkan lahan siap tanam. Persiapan di Garut mencakup singkong dan jagung, dua komoditas yang disebut memiliki potensi untuk dikembangkan di daerah itu.<\/p>\n<p>\u201cKami masih mempersiapkan lokasi-lokasi yang potensial untuk dikembangkan,\u201d kata Ardhy. Ia menyebut Garut selama ini merupakan daerah pemasok jagung terbesar di Jawa Barat. Keterangan mengenai jagung itu disampaikan saat menjelaskan potensi pengembangan kedua komoditas, sedangkan persiapan lokasi tetap menjadi tahap yang sedang dilakukan oleh Dispertan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/investigasi-dinkes-kota-bandung\/\">Dinkes Bandung Periksa Restoran 88 Seoul, Terima 24 Laporan Gejala<\/a><\/p>\n<p>Untuk singkong, data statistik pertanian tahun 2025 mencatat luas tanam di Garut mencapai 15.543 hektare. Dari lahan tersebut, produksi ubi kayu tercatat sebanyak 375.923 ton per tahun. Area penanaman itu tersebar di seluruh kecamatan. Ardhy menyampaikan angka luas tanam dan produksi tersebut sebagai gambaran kegiatan singkong yang telah berlangsung di Garut.<\/p>\n<p>Data tahun 2025 itu berbeda dengan perkiraan potensi lahan 25.000 hingga 30.000 hektare yang disampaikan Ardhy. Angka pertama merujuk pada luas tanam singkong yang tercatat beserta produksinya, sedangkan angka kedua merupakan potensi penanaman yang terutama mencakup lahan marjinal yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Keduanya menunjukkan kondisi dan cakupan yang berbeda dalam rencana pengembangan singkong di Kabupaten Garut.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/jumlah-penduduk-kabupaten-ciamis-2026\/\">Penduduk Ciamis 2026 Capai 1,27 Juta Jiwa, Kepadatan Antarkecamatan Berbeda Lebar<\/a><\/p>\n<p>Ardhy menegaskan bahwa pengembangan singkong untuk bahan baku bioetanol tidak akan mengganggu lahan yang sudah ada atau lahan produktif. Menurut dia, langkah yang disiapkan berfokus pada optimalisasi lahan marjinal. Lahan pangan yang telah digunakan tetap dijaga untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia juga menyatakan pengembangan tersebut dilakukan agar keberadaan tanaman jagung maupun singkong tidak terganggu dan program ketahanan pangan pemerintah tetap terjaga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dispertan Garut menyiapkan lahan marjinal untuk pengembangan singkong dan jagung. Potensi lahan singkong diperkirakan mencapai 25.000 hingga 30.000 hektare.<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9131,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[2136,2450,1120,2140],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9129"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9129"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9130,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9129\/revisions\/9130"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}