{"id":9120,"date":"2026-10-07T12:53:36","date_gmt":"2026-10-07T05:53:36","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=9120"},"modified":"2026-10-07T12:53:36","modified_gmt":"2026-10-07T05:53:36","slug":"jumlah-penduduk-kabupaten-ciamis-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/jumlah-penduduk-kabupaten-ciamis-2026\/","title":{"rendered":"Penduduk Ciamis 2026 Capai 1,27 Juta Jiwa, Kepadatan Antarkecamatan Berbeda Lebar"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIANJUR.CO<\/strong> &#8211; Kabupaten Ciamis memiliki jumlah penduduk 1,27 juta jiwa pada 2026. Meski secara rata-rata kepadatannya lebih rendah daripada angka Provinsi Jawa Barat, persebaran warga di dalam kabupaten ini tidak merata. Sebagian terkonsentrasi di kecamatan tertentu, sementara wilayah lain memiliki kepadatan jauh lebih rendah.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan ANTARA Jabar yang merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat tahun 2026, jumlah penduduk Ciamis setara dengan 2,49 persen dari total penduduk Jawa Barat, yang mencapai 51,16 juta jiwa. Kabupaten di ujung timur Jawa Barat ini dikenal memiliki hamparan persawahan dan perbukitan yang luas, tetapi kondisi tersebut tidak membuat kepadatan penduduknya seragam di setiap kecamatan.<\/p>\n<p>Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Ciamis tercatat 0,61 persen per tahun. Angka itu lebih rendah daripada laju pertumbuhan penduduk Provinsi Jawa Barat yang mencapai 1,02 persen per tahun. Sementara itu, kepadatan rata-rata Ciamis berada pada angka 798 jiwa per kilometer persegi, dibandingkan rata-rata provinsi sebesar 1.381 jiwa per kilometer persegi.<\/p>\n<p>Perbandingan tersebut menempatkan Ciamis sebagai kabupaten yang secara rata-rata masih lebih lapang daripada Jawa Barat. Namun, angka kabupaten tidak menggambarkan seluruh perbedaan yang terjadi di tingkat kecamatan. Rentang kepadatan antara wilayah paling padat dan paling longgar memperlihatkan adanya ketimpangan persebaran penduduk di dalam satu kabupaten.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/app-group-re100\/\">APP Group Bergabung dengan RE100, Targetkan 100 Persen Listrik Terbarukan<\/a><\/p>\n<h2>Kecamatan Ciamis paling padat<\/h2>\n<p>Kecamatan Ciamis menempati urutan tertinggi dengan kepadatan 2.993 jiwa per kilometer persegi. Nilai itu hampir empat kali kepadatan rata-rata Kabupaten Ciamis dan lebih dari dua kali angka rata-rata Provinsi Jawa Barat. Kecamatan yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi tersebut dihuni 101.147 jiwa, atau 7,94 persen dari seluruh penduduk kabupaten.<\/p>\n<p>Meski jumlah dan kepadatannya paling tinggi, laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Ciamis hanya 0,44 persen per tahun. Angka ini berada di bawah pertumbuhan rata-rata Kabupaten Ciamis sebesar 0,61 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa wilayah terpadat bukanlah wilayah dengan pertumbuhan paling cepat. Dalam laporan itu, kondisi Kecamatan Ciamis digambarkan sebagai wilayah yang relatif jenuh.<\/p>\n<p>Posisi kedua ditempati Kecamatan Sindangkasih. Kepadatannya mencapai 1.824 jiwa per kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 54.444 jiwa atau 4,28 persen dari penduduk kabupaten. Angka kepadatan ini masih di bawah Kecamatan Ciamis, tetapi laju pertumbuhan penduduk Sindangkasih justru lebih tinggi.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/kebakaran-tpas-gunung-santri-321\/\">DLH Cirebon Perkuat Pencegahan Api di Sekitar TPAS Gunung Santri<\/a><\/p>\n<p>Pertumbuhan penduduk Sindangkasih tercatat 1,13 persen per tahun. Laju tersebut hampir dua kali pertumbuhan rata-rata Kabupaten Ciamis dan juga melampaui angka Jawa Barat sebesar 1,02 persen. Dengan pertumbuhan seperti itu, kepadatan di Sindangkasih berpotensi terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, sebagaimana dicatat dalam laporan tersebut.<\/p>\n<h2>Tambaksari dan Cidolog paling longgar<\/h2>\n<p>Berbeda dari dua kecamatan dengan kepadatan tertinggi itu, Tambaksari dan Cidolog tercatat sebagai wilayah paling longgar. Tambaksari memiliki kepadatan 351 jiwa per kilometer persegi dan jumlah penduduk 21.383 jiwa. Jumlah tersebut setara dengan 1,66 persen penduduk Kabupaten Ciamis.<\/p>\n<p>Di Cidolog, kepadatan penduduk mencapai 384 jiwa per kilometer persegi. Kecamatan ini dihuni 19.581 jiwa, atau 1,54 persen dari penduduk kabupaten. Laju pertumbuhan penduduk kedua wilayah juga rendah: 0,31 persen per tahun di Tambaksari dan 0,26 persen per tahun di Cidolog.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/jalan-mantap-cianjur\/\">Pemkab Cianjur Targetkan Jalan Mantap 87,5 Persen pada 2027<\/a><\/p>\n<p>Jika dibandingkan dengan Tambaksari, kepadatan Kecamatan Ciamis sekitar 8,5 kali lebih tinggi. Selisih tersebut menggambarkan besarnya perbedaan kondisi antarwilayah, bukan sekadar perbedaan kecil dari angka rata-rata kabupaten. Data laju pertumbuhan pun memperlihatkan variasi lain: Sindangkasih tumbuh lebih cepat daripada rata-rata provinsi, sementara Tambaksari dan Cidolog berada pada angka yang jauh lebih rendah.<\/p>\n<p>Perbedaan kepadatan itu berkaitan dengan kebutuhan layanan publik yang tidak dapat disamaratakan. Kawasan padat seperti Kecamatan Ciamis dan Sindangkasih memerlukan perhatian pada hunian, sanitasi, transportasi, serta fasilitas pendidikan. Sementara itu, wilayah yang lebih longgar seperti Tambaksari dan Cidolog menghadapi tantangan menjaga agar layanan dasar tetap terjangkau bagi penduduk yang tinggal berjauhan.<\/p>\n<p>Rincian angka pertumbuhan penduduk dalam materi data tersebut mencantumkan sumber Badan Pusat Statistik Kabupaten Ciamis, dengan tanggal 26 Februari 2026. Data jumlah, kepadatan, dan pertumbuhan itu menunjukkan bahwa gambaran demografi Kabupaten Ciamis perlu dilihat hingga tingkat kecamatan: angka rata-rata kabupaten yang lebih rendah dari provinsi berjalan berdampingan dengan konsentrasi penduduk yang tinggi di sejumlah wilayah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Data 2026 mencatat penduduk Kabupaten Ciamis sebanyak 1,27 juta jiwa. Kecamatan Ciamis menjadi wilayah terpadat, sedangkan Tambaksari paling longgar.<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9122,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[2648,2818,2817,2819],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9120"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9120"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9121,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9120\/revisions\/9121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9122"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}