{"id":9035,"date":"2026-10-06T20:55:46","date_gmt":"2026-10-06T13:55:46","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=9035"},"modified":"2026-10-06T20:55:46","modified_gmt":"2026-10-06T13:55:46","slug":"strategi-persampahan-sarimukti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/strategi-persampahan-sarimukti\/","title":{"rendered":"Sarimukti Siapkan Strategi Persampahan hingga Legok Nangka Beroperasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIANJUR.CO<\/strong> &#8211; UPTD Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPPA) Sarimukti menyiapkan sejumlah langkah untuk mempertahankan layanan persampahan di tengah keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA). Strategi tersebut menjadi jembatan selama fasilitas pengelolaan sampah regional Legok Nangka belum beroperasi. Sarimukti berada di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan selama ini menjadi fasilitas yang diandalkan kabupaten dan kota.<\/p>\n<p>Kepala UPTD TPA Sarimukti, Arief, mengatakan rencana disusun dalam tiga tahap, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, penyusunannya mempertimbangkan kemampuan tampung Sarimukti sekaligus kebutuhan layanan persampahan. Arief menyebut pihaknya diminta menyiapkan tahapan penanganan dan menegaskan komitmen untuk membantu kebutuhan kota.<\/p>\n<p>\u201cKami selalu berkomitmen untuk bisa membantu keupayaan kota,\u201d kata Arief. Ia menjelaskan, strategi jangka pendek diarahkan untuk menjaga ruang tampung yang masih tersedia, sementara rencana berikutnya disiapkan untuk menghadapi kebutuhan pada 2027. Adapun percepatan fasilitas regional ditempatkan sebagai bagian dari solusi jangka panjang.<\/p>\n<p>Sampai akhir 2026, salah satu upaya yang akan ditempuh adalah meningkatkan pemadatan sampah dengan bantuan alat dari Dinas Bina Marga Jawa Barat. Pada saat yang sama, UPTD akan mengoptimalkan area di kawasan Sarimukti yang masih dapat digunakan. Kedua langkah itu merupakan bagian dari penanganan jangka pendek, dengan pemadatan ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang yang tersedia.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/siswi-korban-tppo-cianjur\/\">Pemkab Cianjur Pastikan Tiga Siswi Korban TPPO Tetap Sekolah<\/a><\/p>\n<p>Kebutuhan alat menjadi salah satu hal yang masih dikoordinasikan. Menurut Arief, alat pemadat yang diperlukan memiliki kapasitas sekitar 12 ton, sedangkan peralatan yang tersedia saat ini hanya sekitar empat ton. Selisih kapasitas tersebut menjadi alasan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Jawa Barat mengenai dukungan alat. Arief tidak menyebutkan bahwa alat dengan kapasitas lebih besar sudah tersedia; peningkatan pemadatan disiapkan dengan bantuan yang masih dikoordinasikan itu.<\/p>\n<p>Pengaturan area juga mencakup Zona 5 dan Zona 4. Di Zona 5, penataan serta penambahan ketinggian timbunan direncanakan secara terbatas, dengan pelaksanaan bergantung pada kondisi area. Sementara itu, Zona 4 akan dioptimalkan kembali untuk menjaga ruang tampung selama masa transisi. Dengan demikian, strategi jangka pendek tidak hanya mengandalkan pemadatan, tetapi juga memanfaatkan kembali bagian kawasan yang masih memungkinkan.<\/p>\n<p>Untuk mengantisipasi kebutuhan pada awal hingga pertengahan 2027, Zona 3 dan Zona 4 disiapkan agar dapat digunakan kembali apabila fasilitas pengolahan sampah yang direncanakan belum beroperasi. Pemanfaatan dua zona itu memerlukan pembangunan tanggul atau <em>gravity wall<\/em> pada bagian bawah. Arief menyebut kebutuhan anggaran pekerjaan tersebut sekitar Rp24 miliar.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/kebakaran-di-cimahi-2026\/\">Damkar Cimahi Catat 64 Kebakaran hingga 21 September 2026<\/a><\/p>\n<p>Waktu pelaksanaan rencana itu berkaitan dengan tersedianya anggaran. Arief mengatakan, \u201cdi Januari 2027, kalau anggaran sudah tersedia, kita bisa lelang dini di bulan Desember tahun 2026.\u201d Dengan kata lain, lelang dini pada Desember 2026 dimungkinkan apabila anggaran sudah tersedia pada Januari 2027. Rencana penggunaan Zona 3 dan Zona 4 tersebut disiapkan untuk kebutuhan awal hingga pertengahan 2027, terutama jika fasilitas yang direncanakan belum dapat beroperasi.<\/p>\n<p>Di samping mengatur ruang tampung, pemerintah juga menyiapkan kerja sama pengolahan sampah dengan sejumlah pihak sebagai strategi jangka menengah. Alternatif yang disebutkan meliputi teknologi pirolisis dan pengolahan sampah menjadi <em>refuse derived fuel<\/em> (RDF). Ada pula rencana menggali kembali sampah lama untuk membuka ruang tampung, serta mengolah gas yang ditargetkan dapat berjalan pada 2027.<\/p>\n<p>Arief menyampaikan bahwa alternatif-alternatif tersebut dapat berjalan pada 2027. Karena itu, menurut dia, penambahan zona diperlukan sebagai jalan tengah untuk memenuhi kebutuhan selama masa transisi. \u201cKita harus cari solusi jalan pertengahan dengan menambah zona-zona tadi,\u201d ujarnya. Pernyataan itu sejalan dengan rencana mengoptimalkan kembali zona Sarimukti sembari menyiapkan pilihan kerja sama pengolahan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/perbaikan-jalan-pamegatan-singajaya\/\">Perbaikan Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Segera Direalisasikan<\/a><\/p>\n<p>Dalam strategi jangka panjang, percepatan pembangunan dan pengoperasian TPPAS Regional Legok Nangka menjadi bagian penting bagi pengelolaan sampah di wilayah Bandung Raya. Arief menegaskan, \u201cKalau yang jangka panjangnya, kita percepatan Legok Nangka lah, pasti.\u201d Fasilitas regional tersebut diharapkan mengambil peran sebagai solusi jangka panjang, sedangkan langkah di Sarimukti disiapkan untuk menjaga layanan sebelum fasilitas itu dapat beroperasi.<\/p>\n<p>Rangkaian strategi UPTD TPPA Sarimukti mencakup pemadatan dan optimalisasi area hingga akhir 2026, persiapan penggunaan kembali Zona 3 dan Zona 4 untuk kebutuhan 2027, serta kerja sama dengan sejumlah pihak dalam pengolahan sampah. Seluruh tahapan itu diarahkan untuk memastikan pelayanan persampahan bagi kabupaten dan kota yang mengandalkan Sarimukti tetap berjalan selama masa peralihan menuju beroperasinya fasilitas regional Legok Nangka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UPTD TPPA Sarimukti menyiapkan pemadatan, pemanfaatan zona, dan pilihan pengolahan sampah untuk menjaga layanan selama masa transisi menuju Legok Nangka.<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9037,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[2739,2727,2737,2738],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9035"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9036,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9035\/revisions\/9036"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}