{"id":8984,"date":"2026-10-06T17:57:39","date_gmt":"2026-10-06T10:57:39","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=8984"},"modified":"2026-10-06T17:57:39","modified_gmt":"2026-10-06T10:57:39","slug":"investasi-indonesia-as","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/investasi-indonesia-as\/","title":{"rendered":"Airlangga Dorong Investasi AS untuk Perkuat Transformasi Ekonomi Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIANJUR.CO<\/strong> &#8211; Pemerintah Indonesia menempatkan penguatan iklim investasi sebagai bagian penting dari upaya menjaga daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Kemitraan dengan Amerika Serikat menjadi salah satu perhatian, terutama untuk mendorong investasi bernilai tambah tinggi dan membuka lapangan kerja. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam 14th Annual US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa (6\/10).<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, forum bertajuk \u201cBuilding Confidence: Strengthening Indonesia\u2019s Investment Climate\u201d itu membahas kepercayaan terhadap perekonomian dan iklim investasi Indonesia. Dalam keynote speech, Airlangga menyampaikan sejumlah indikator yang menurutnya menunjukkan ketahanan ekonomi sekaligus mendukung keyakinan investor.<\/p>\n<p>Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas rata-rata global sebesar 5,45% secara triwulanan. Inflasi tercatat 3,28%, sedangkan investasi meningkat 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Indeks keyakinan konsumen berada di angka 108,5%. Airlangga juga menyoroti sejumlah indikator sosial, yakni Rasio Gini 0,36, tingkat kemiskinan yang turun menjadi 8,7%, serta pengangguran terbuka sekitar 4,65%.<\/p>\n<p>\u201cJadi sentimen investor juga cukup yakin dengan ekonomi Indonesia,\u201d ujar Airlangga dalam pemaparan tersebut. Ia mengaitkan keyakinan itu dengan pertumbuhan yang dinilai inklusif serta perkembangan berbagai indikator ekonomi. Pemerintah, pada saat yang sama, menyatakan akan terus memperkuat daya tahan perekonomian nasional dan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif.<\/p>\n<h2>Perdagangan dan investasi dengan Amerika Serikat<\/h2>\n<p>Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat turut ditopang oleh tren perdagangan yang positif. Nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut meningkat dari USD25,83 miliar pada 2021 menjadi USD31,01 miliar pada 2025. Memasuki Semester I-2026, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat telah mencapai USD15,85 miliar.<\/p>\n<p>Pada periode yang sama, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD8,56 miliar. Amerika Serikat juga secara konsisten menjadi salah satu dari lima sumber utama Foreign Direct Investment (FDI) bagi Indonesia. Realisasi investasi dari negara tersebut pada Semester I-2026 mencapai USD1,72 miliar. Angka perdagangan dan investasi itu menjadi bagian dari hubungan ekonomi bilateral yang ingin terus diperkuat pemerintah.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/fasilitasi-barcode-umkm\/\">Kemendag Fasilitasi Barcode untuk Buka Akses UMKM ke Ritel Modern<\/a><\/p>\n<p>Untuk mendukung peningkatan investasi, pemerintah menetapkan arah kebijakan ekonomi 2027 dengan tema \u201cHigher Growth \u2013 Faster Prosperity\u201d. Target yang dituju adalah pertumbuhan ekonomi menuju 8%. Fokus kebijakan mencakup penguatan sektor bernilai tambah tinggi, revitalisasi sektor ekonomi yang resilien, serta peningkatan kapasitas ekspor dan investasi.<\/p>\n<p>Agenda tersebut juga mencakup dukungan terhadap digitalisasi, semikonduktor, dan Artificial Intelligence (AI). Dalam kerangka investasi, sektor swasta tetap diposisikan sebagai penggerak utama investasi dan penciptaan lapangan kerja. Sementara itu, Danantara memiliki peran melalui investasi strategis yang berorientasi komersial. Pemerintah mengaitkan penguatan berbagai bidang tersebut dengan upaya memperluas peluang usaha dan meningkatkan daya tarik investasi.<\/p>\n<h2>Peluang digital dan kawasan ekonomi khusus<\/h2>\n<p>Transformasi digital menjadi salah satu bidang yang terus dikembangkan sebagai peluang investasi. Indonesia disebut sebagai ekonomi digital terbesar di ASEAN, dengan nilai yang diproyeksikan mencapai USD180 hingga USD340 miliar pada 2030. Untuk mendukung perkembangan tersebut, pemerintah memacu pembangunan infrastruktur teknologi, termasuk data center berbasis AI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa.<\/p>\n<p>Pengembangan ekosistem semikonduktor di koridor Batam-Bintan juga menjadi bagian dari agenda itu. Selain infrastruktur digital, percepatan transformasi industri diarahkan melalui pengembangan 25 KEK. Hingga Juni 2026, kawasan-kawasan tersebut mencatat akumulasi realisasi investasi sebesar Rp368 triliun atau USD20 miliar dan menyerap lebih dari 283 ribu tenaga kerja.<\/p>\n<p>Data tersebut menunjukkan skala investasi dan penyerapan tenaga kerja yang telah tercatat di KEK sampai batas waktu yang disebutkan. Pengembangan kawasan dan infrastruktur teknologi berada dalam rangkaian upaya pemerintah memperkuat kapasitas industri, ekspor, dan investasi, termasuk pada sektor yang dinilai memiliki nilai tambah tinggi.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/zona-kopi-teh-dan-kakao-tei-2026\/\">TEI 2026 Siapkan Zona Kopi, Teh, dan Kakao untuk Buyer Global<\/a><\/p>\n<h2>Perluasan akses pasar dan kerja sama<\/h2>\n<p>Di sisi perdagangan, Indonesia terus memperluas akses pasar melalui sejumlah kemitraan ekonomi internasional. Forum dan kerja sama yang disebut mencakup BRICS+, G20, RCEP, ASEAN, OECD, dan CPTPP. Pemerintah juga mengembangkan perjanjian perdagangan, di antaranya Indonesia\u2013EU CEPA dan Canada CEPA, serta mempersiapkan CEPA dengan Inggris.<\/p>\n<p>Untuk hubungan bilateral dengan Amerika Serikat, implementasi Indonesia-US Agreement on Reciprocal Trade (ART) menjadi fokus utama pemerintah. Perjanjian tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar, mengurangi hambatan tarif maupun nontarif, serta memperkuat rantai pasok kedua negara. Dengan demikian, agenda perdagangan ditempatkan berdampingan dengan upaya menarik investasi dan membangun kemitraan ekonomi yang lebih erat.<\/p>\n<p>Menutup penyampaiannya, Airlangga mengajak komunitas bisnis Amerika Serikat bekerja sama agar peluang yang telah dipaparkan dapat berujung pada investasi nyata. \u201cKami sangat berharap dapat terus bekerja sama dengan komunitas bisnis Amerika Serikat untuk mengubah berbagai peluang strategis ini menjadi investasi yang konkret,\u201d katanya. Ia juga menyampaikan harapan agar kerja sama tersebut membentuk kemitraan lebih kuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi bersama.<\/p>\n<p>Agenda itu turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon dan Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian Elen Setiadi. Hadir pula Plt. Kuasa TU Harian Kedutaan Besar AS di Jakarta Aqueelah Johnson serta Managing Director Chief Economist Danantara Indonesia Reza Yamora Siregar.<\/p>\n<p>Peserta lainnya meliputi Vice President Southeast Asia and Oceania U.S. Chamber of Commerce John Goyer, Managing Director AmCham Indonesia Donna Priadi, Vice Chair Board of Governors AmCham Indonesia Mira Arifin, dan Managing Director Bank of America Rahul Bajoria. Jajaran pimpinan asosiasi bisnis serta pelaku usaha dari Indonesia dan Amerika Serikat juga mengikuti kegiatan tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam 14th Annual US-Indonesia Investment Summit, Airlangga Hartarto memaparkan ketahanan ekonomi, peluang investasi, serta fokus kerja sama dagang Indonesia-AS.<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2683],"tags":[2692,2694,2691,2693,2695],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8984"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8984"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8984\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8985,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8984\/revisions\/8985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}