{"id":8626,"date":"2026-10-01T21:43:37","date_gmt":"2026-10-01T14:43:37","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=8626"},"modified":"2026-10-01T21:43:37","modified_gmt":"2026-10-01T14:43:37","slug":"surveilans-ispa-kuningan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/surveilans-ispa-kuningan\/","title":{"rendered":"Dinkes Kuningan Perkuat Surveilans Ispa, RSUD 45 Tambah Tempat Tidur"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIANJUR.CO<\/strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memperkuat surveilans di fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) untuk mengantisipasi potensi kenaikan kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Pemantauan dilakukan di tengah meningkatnya kunjungan pada sejumlah layanan di RSUD 45 Kuningan, tetapi kenaikan itu belum dapat langsung dianggap sebagai peningkatan kasus Ispa atau Influenza A.<\/p>\n<p>Kepala Dinkes Kabupaten Kuningan Edi Martono mengatakan, pemantauan perkembangan Ispa dilakukan melalui sistem surveilans dan laporan dari faskes. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, upaya tersebut mencakup data yang dihimpun dari puskesmas dan rumah sakit di wilayah Kuningan. Informasi itu digunakan untuk melihat perkembangan kasus sekaligus menjadi dasar kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kelompok kasus di lingkungan tertentu.<\/p>\n<p>Petugas puskesmas dan rumah sakit diminta memperhatikan kemungkinan adanya klaster dengan gejala serupa, termasuk di sekolah dan pesantren. Jika kelompok kasus ditemukan, petugas perlu melakukan investigasi lapangan. Dinkes juga meminta koordinasi pelaporan diperkuat agar perkembangan yang diketahui di tingkat puskesmas maupun rumah sakit dapat disampaikan dan ditangani bersama.<\/p>\n<p>Edi menekankan pentingnya membedakan data kunjungan, pasien suspek, hasil pemeriksaan laboratorium, dan kasus yang telah terkonfirmasi. Ia meminta pelaporan dari puskesmas dan rumah sakit terus dikoordinasikan supaya kategori-kategori tersebut tidak tercampur. Pemisahan data diperlukan agar angka yang dilaporkan menggambarkan status pasien secara tepat, bukan sekadar jumlah orang yang datang untuk memperoleh pelayanan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/pencurian-kabel-whoosh\/\">KCIC Tegaskan Proses Hukum Pencurian Kabel Whoosh<\/a><\/p>\n<p>\u201cKami minta pelaporan dari puskesmas dan rumah sakit terus dikoordinasikan supaya data kunjungan, suspek, pemeriksaan laboratorium, dan kasus yang sudah terkonfirmasi tidak tercampur,\u201d ujar Edi.<\/p>\n<p>Selain memantau perkembangan kasus, Dinkes meminta faskes memastikan kesiapan pelayanan. Ketersediaan obat, oksigen, dan tempat tidur menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama untuk menangani pasien dengan kondisi berat. Dengan begitu, pengawasan tidak hanya berfokus pada pencatatan laporan, tetapi juga pada kesiapan rumah sakit dan fasilitas lain dalam memenuhi kebutuhan pasien yang datang.<\/p>\n<p>Edi menyebut kenaikan kunjungan pasien sekitar 30 persen belum dapat diartikan sebagai kenaikan kasus, khususnya Influenza A. Pasien datang dengan beragam penyakit dan keluhan, sehingga penyebabnya tidak dapat dipastikan hanya dari jumlah kunjungan. Penentuan jenis virus, menurut dia, memerlukan pemeriksaan laboratorium.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/pemangkasan-pohon-cianjur\/\">DLH Cianjur Tingkatkan Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang<\/a><\/p>\n<p>\u201cAngka kenaikan kunjungan itu belum bisa kita sebut sebagai Influenza A, karena pasien datang dengan berbagai penyakit dan untuk memastikan jenis virusnya harus melalui pemeriksaan laboratorium,\u201d katanya.<\/p>\n<h2>Kunjungan RSUD 45 meningkat selama September<\/h2>\n<p>Di RSUD 45 Kuningan, kenaikan kunjungan selama September 2026 tercatat pada beberapa layanan. Kunjungan rawat inap meningkat sekitar 21 persen, rawat jalan hampir 40 persen, sedangkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) naik hampir 60 persen. Angka tersebut menunjukkan bertambahnya pasien yang mengakses layanan rumah sakit, tetapi belum dengan sendirinya menerangkan penyebab penyakit yang dialami setiap pasien.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Pelayanan RSUD 45 Kuningan Yanuar Firdaus Sukardi menyampaikan, sampai 28 September 2026, kunjungan rawat jalan mendekati 7.000 pasien dan kunjungan IGD telah melampaui 2.000 pasien. Pada kelompok penyakit yang banyak ditangani, keluhan memang mengarah ke Ispa. Namun, penyebabnya beragam, antara lain flu biasa, radang tenggorokan, dan radang amandel.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/kurda-sumedang-untuk-orang-tua-siswa-sekolah-rakyat\/\">Sumedang Siapkan Pelatihan dan Kurda 3 Persen bagi Orang Tua Siswa SR<\/a><\/p>\n<p>Yanuar juga menyebut pasien anak cukup banyak dalam kunjungan tersebut. Dari pasien rawat inap yang telah pulang hingga sekitar 20 September, terdapat 111 kasus dengan keluhan seperti demam, batuk pilek, nyeri menelan, nyeri otot, dan pusing. Sebagian pasien dalam kelompok itu juga mengalami diare. Rincian keluhan tersebut memperlihatkan bahwa pasien datang dengan gejala yang beragam, sehingga peningkatan kunjungan perlu dibaca bersama informasi pemeriksaan dan diagnosis.<\/p>\n<p>Untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan, RSUD 45 menambah sejumlah tempat tidur rawat inap, khususnya bagi pasien anak. Penambahan itu dilakukan dengan kapasitas keseluruhan rumah sakit sebanyak 204 tempat tidur. Rumah sakit juga berkoordinasi dengan rumah sakit penyangga di sekitar Kuningan sebagai alternatif rujukan apabila tempat tidur di RSUD 45 sudah tidak tersedia.<\/p>\n<p>Koordinasi rujukan tersebut disiapkan untuk menghadapi kemungkinan kapasitas rawat inap tidak mencukupi, sementara pemantauan dan pelaporan kasus tetap berjalan. Dinkes meminta informasi dari faskes dikelola secara terkoordinasi, sedangkan RSUD 45 menyiapkan tambahan tempat tidur dan pilihan rujukan. Meski angka kunjungan di sejumlah layanan meningkat, penetapan penyebabnya tetap memerlukan pemeriksaan yang sesuai, termasuk pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis virus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dinkes Kuningan meminta puskesmas dan rumah sakit memperkuat pelaporan Ispa. Kenaikan kunjungan pasien belum dipastikan sebagai kenaikan kasus Influenza A.<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":8628,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[2348,2199,2347,2349],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8626"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8626"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8627,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8626\/revisions\/8627"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}