{"id":8167,"date":"2026-09-03T06:22:44","date_gmt":"2026-09-02T23:22:44","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=8167"},"modified":"2026-09-03T09:40:39","modified_gmt":"2026-09-03T02:40:39","slug":"kebakaran-cilaku-cianjur-15-hektare-lahan-terbakar-dan-ancam-permukiman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/kebakaran-cilaku-cianjur-15-hektare-lahan-terbakar-dan-ancam-permukiman\/","title":{"rendered":"Kebakaran Cilaku Cianjur, 15 Hektare Lahan Terbakar dan Ancam Permukiman"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIANJUR.CO<\/strong> &#8211; Peristiwa kebakaran cilaku terjadi di Kampung Kebon Manggu, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (2\/9\/2026). Kobaran api melahap area lahan yang cukup luas dan diperkirakan telah membakar sekitar 15 hektare kawasan terbuka. Situasi semakin mengkhawatirkan karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman penduduk.<\/p>\n<p>Laporan mengenai kejadian tersebut diterima petugas sekitar pukul 13.20 WIB. Area yang terdampak diketahui merupakan kawasan hutan kosong. Setelah memperoleh informasi, petugas pemadam kebakaran segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan sekaligus mencegah api menjalar lebih jauh.<\/p>\n<p>Sedikitnya dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kobaran api. Penanganan kebakaran cilaku juga melibatkan unsur Perkimtan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta kepolisian. Sinergi sejumlah instansi tersebut diperlukan lantaran luas area yang terdampak cukup besar dan posisi api berada dekat dengan lingkungan warga.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/gempa-cibeber-cianjur-berkekuatan-43-m-menjelang-magrib\/\">Gempa Cibeber Cianjur Berkekuatan 4,3 M, Warga Berhamburan Saat Menjelang Magrib<\/a><\/p>\n<h2>Area Terdampak Diperkirakan 24 Hektare<\/h2>\n<p>Kepala Unit Damkar Cianjur, Zaenal Abidin, mengatakan kawasan yang terdampak api diperkirakan mencapai sekitar 24 hektare. Dari luasan tersebut, area yang benar-benar terbakar berdasarkan informasi sementara berada di kisaran 15 hektare.<\/p>\n<p>&#8220;Perkiraan ada sekitar 24 hektare, tetapi yang terbakar menurut informasi sementara 15 hektar. Lahan yang terbakar ini berdekatan dengan permukiman warga,&#8221; ujar Zaenal.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut menjadikan kebakaran cilaku sebagai perhatian serius bagi petugas di lapangan. Kedekatan lahan terbakar dengan rumah penduduk meningkatkan risiko apabila kobaran api terus bergerak mengikuti arah angin. Karena itu, pengendalian api dilakukan dengan mempertimbangkan titik-titik yang memiliki potensi paling besar terhadap keselamatan masyarakat.<\/p>\n<h2>Angin Kencang Persulit Pemadaman Kebakaran Cilaku<\/h2>\n<p>Upaya pemadaman menghadapi tantangan berupa tiupan angin yang cukup kuat. Hembusan tersebut berpotensi mempercepat pergerakan api sekaligus membuat bara menyebar ke bagian lain dari kawasan lahan. Sejumlah titik api yang berada di sekitar tepian jalan mulai menunjukkan penurunan intensitas, tetapi bagian tengah lahan masih menyimpan bara yang cukup besar.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8170\" aria-describedby=\"caption-attachment-8170\" style=\"width: 1247px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8170 size-full\" src=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kebakaran-Cilaku-Cianjur-Mencekam.jpg\" alt=\"Angin kencang mempersulit proses pemadaman api\" width=\"1247\" height=\"737\" srcset=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kebakaran-Cilaku-Cianjur-Mencekam.jpg 1247w, https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kebakaran-Cilaku-Cianjur-Mencekam-618x365.jpg 618w, https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kebakaran-Cilaku-Cianjur-Mencekam-840x496.jpg 840w, https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kebakaran-Cilaku-Cianjur-Mencekam-768x454.jpg 768w, https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kebakaran-Cilaku-Cianjur-Mencekam-750x443.jpg 750w, https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kebakaran-Cilaku-Cianjur-Mencekam-1140x674.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1247px) 100vw, 1247px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8170\" class=\"wp-caption-text\">Angin kencang mempersulit proses pemadaman api. Foto: Istimewa<\/figcaption><\/figure>\n<p>&#8220;Saat pemadaman karena angin cukup kencang sekali. Untuk sementara ini titik-titik api yang di pinggir jalan sudah mulai ada mereda, tetapi yang di tengah masih ada bara api yang cukup besar,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Petugas kemudian memprioritaskan titik yang berada paling dekat dengan permukiman warga. Strategi tersebut diterapkan untuk mencegah api merambat menuju rumah penduduk. Dalam penanganan kebakaran cilaku, keselamatan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan utama mengingat kondisi angin dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n<h2>Warga Mulai Khawatir Terhadap Asap<\/h2>\n<p>Selain ancaman api, kepulan asap dari lahan yang terbakar juga mulai dirasakan masyarakat. Asap yang terbawa angin dikhawatirkan masuk ke kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas warga. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan asap dalam waktu lama berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi anak-anak dan masyarakat yang sedang mengalami gangguan kesehatan.<\/p>\n<p>Warga di sekitar lokasi mengaku cemas apabila kobaran api terus mendekati rumah mereka. Kekhawatiran tersebut semakin besar karena lahan yang terbakar cukup luas dan masih terdapat bara di sejumlah bagian. Masyarakat berharap proses pemadaman dapat segera diselesaikan agar situasi kembali aman.<\/p>\n<p>Salah seorang warga, Safitri (37), mengatakan kobaran api bergerak dari area lapang menuju permukiman akibat tiupan angin yang cukup kencang.<\/p>\n<p>Menurut Safitri, asap mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar, terutama anak-anak dan warga yang sedang sakit. Apabila kondisi tersebut berlangsung lama, warga khawatir kualitas udara di lingkungan permukiman akan semakin terganggu.<\/p>\n<h2>Penyebab Api Masih Ditelusuri<\/h2>\n<p>Hingga saat ini, penyebab kebakaran cilaku belum diketahui secara pasti. Petugas pemadam kebakaran bersama kepolisian masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber awal munculnya api. Penyelidikan tersebut diperlukan guna memperoleh informasi mengenai faktor yang menyebabkan lahan kosong tersebut terbakar.<\/p>\n<p>Sementara penyebab kejadian masih ditelusuri, petugas terus berupaya memastikan seluruh titik api dapat dikendalikan. Bara yang berada di bagian tengah lahan menjadi salah satu perhatian karena berpotensi kembali membesar apabila terkena hembusan angin.<\/p>\n<p>Dengan luas lahan terbakar yang mencapai sekitar 15 hektare dan posisi yang berdekatan dengan permukiman, kebakaran cilaku membutuhkan kewaspadaan hingga seluruh bara benar-benar padam. Petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mencegah munculnya kembali titik api yang dapat mengancam keselamatan warga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CIANJUR.CO &#8211; Peristiwa kebakaran cilaku terjadi di Kampung Kebon Manggu, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (2\/9\/2026). Kobaran api melahap area lahan yang cukup luas dan diperkirakan telah membakar sekitar 15 hektare kawasan terbuka. Situasi semakin mengkhawatirkan karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman penduduk. Laporan mengenai kejadian tersebut diterima petugas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8168,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[1570,1572,1569,1567,1568,1573,1571,1574],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8167"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8167"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8167\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8173,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8167\/revisions\/8173"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}