{"id":8112,"date":"2026-06-08T17:09:08","date_gmt":"2026-06-08T10:09:08","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=8112"},"modified":"2026-06-09T17:24:09","modified_gmt":"2026-06-09T10:24:09","slug":"rupiah-melemah-tekan-industri-tahu-di-cianjur-sejumlah-produsen-hentikan-produksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/rupiah-melemah-tekan-industri-tahu-di-cianjur-sejumlah-produsen-hentikan-produksi\/","title":{"rendered":"Rupiah Melemah Tekan Industri Tahu di Cianjur, Sejumlah Produsen Hentikan Produksi"},"content":{"rendered":"<p>Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha mikro dan kecil di Kabupaten Cianjur. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah industri tahu dan tempe yang sangat bergantung pada pasokan kedelai impor sebagai bahan baku utama.<\/p>\n<p>Kenaikan harga kedelai dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya produksi melonjak. Di saat yang sama, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih menyebabkan penjualan produk olahan kedelai cenderung menurun. Kondisi tersebut membuat banyak perajin kesulitan mempertahankan usahanya.<\/p>\n<p>Salah seorang pengusaha tahu di Cianjur, Taufik Munandar, mengatakan bahwa harga kedelai impor kini telah mencapai sekitar Rp10.500 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp9.000 hingga di bawah Rp10.000 per kilogram.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/teh-tarik-kahiji-hangat-jahe-lembut-bikin-nyaman-produk-asli-cianjur\/\">Teh Tarik Kahiji: Hangat Jahe Lembut Bikin Nyaman, Produk Asli Cianjur<\/a><\/p>\n<p>Menurutnya, kenaikan harga bahan baku sekecil apa pun akan sangat memengaruhi biaya operasional karena kebutuhan kedelai dalam proses produksi mencapai jumlah yang besar setiap harinya. Akibatnya, pengeluaran usaha meningkat signifikan sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan yang sebanding.<\/p>\n<p>&#8220;Sekarang harga 1 kilogram kedelai impor sudah tembus Rp 10.500. padahal bisanya di angka Rp 9.000 atau di bawah Rp 10 ribu,&#8221; kata dia, Minggu (7\/6\/2026).<\/p>\n<p>Tekanan tersebut membuat Taufik memutuskan menghentikan sementara aktivitas pabriknya. Ia mengaku sudah hampir dua bulan tidak melakukan produksi karena kondisi usaha yang semakin berat. Jika tetap dipaksakan beroperasi, kerugian yang ditanggung dinilai akan semakin besar.<\/p>\n<p>&#8220;Ongkos produksi naik drastis. Meskipun kenaikan hanya Rp 1.000, kita kan pakai banyak jadi terasa dampaknya,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Penutupan pabrik itu turut berdampak pada para pekerja yang selama ini menggantungkan penghasilan dari usaha tersebut. Sebelum menghentikan kegiatan produksi, pabrik miliknya mempekerjakan sekitar 14 orang karyawan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/kopi-sarongge-harmoni-petani-hutan-dan-cita-rasa-alam-cianjur\/\">Kopi Sarongge: Harmoni Petani, Hutan, dan Cita Rasa Alam Cianjur<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Sudah hampir dua bulan tutup. Harga bahan baku terus naik, sementara permintaan tahu justru menurun. Kalau dipaksakan produksi, kerugiannya akan semakin besar,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Terakhir ada 14 karyawan yang bekerja di sini. Setelah pabrik berhenti, mereka tentu terdampak karena tidak lagi bekerja seperti biasanya,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Nasib serupa dialami Hamidah, pelaku usaha tahu lainnya di Cianjur. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga kedelai membuat kebutuhan modal usaha terus bertambah. Namun, keterbatasan modal justru memaksanya mengurangi kapasitas produksi.<\/p>\n<p>Di sisi lain, penjualan produk tidak menunjukkan peningkatan yang berarti. Kondisi tersebut menyebabkan keuntungan yang diperoleh semakin tipis, bahkan kerap tidak mampu menutupi biaya operasional sehingga usaha harus menanggung kerugian.<\/p>\n<p>&#8220;Modal kan sama, sedangkan bahan baku naik. Jadi produksi hanya sedikit. Di sisi lain, penjualan minim. Keuntungan tidak menutup biaya produksi, seringnya nombok,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Hamidah menilai mempertahankan produksi dalam situasi seperti sekarang bukanlah pilihan yang bijak. Oleh karena itu, ia memilih menghentikan sementara kegiatan usahanya sambil menunggu kondisi pasar dan harga bahan baku kembali stabil.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau diteruskan bukan hanya tidak dapat untung, tapi terus merugi,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Cianjur, Hugo Siswaya, menjelaskan bahwa kenaikan harga kedelai telah berlangsung sejak nilai tukar rupiah mengalami pelemahan. Meskipun kenaikannya saat ini tidak setinggi beberapa periode sebelumnya, dampaknya tetap dirasakan oleh para pengusaha.<\/p>\n<p>Ia menyebutkan terdapat sekitar 300 pelaku usaha tahu dan tempe di Kabupaten Cianjur yang bergantung pada pasokan kedelai impor. Sebagian besar di antaranya mulai merasakan tekanan akibat meningkatnya biaya produksi.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau dulu sekali mengalir kenaikan bisa sangat drastis. Kalau sekarang naiknya sedikit-sedikit. Tapi tetap dampaknya terasa. Ada sekitar 300 pengusaha tahu dan tempe di Cianjur, sebagai besar mulai merasakan dampaknya. Diharapkan ada langkah dari pemerintah untuk menyetabilkan harga,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Hugo berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk membantu menjaga stabilitas harga bahan baku. Menurutnya, upaya tersebut penting agar industri tahu dan tempe tetap bertahan serta mampu menjaga keberlangsungan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar mata uang, para pelaku usaha berharap adanya kebijakan yang dapat meringankan beban sektor usaha kecil. Tanpa dukungan yang memadai, tidak hanya keberlangsungan industri tahu dan tempe yang terancam, tetapi juga mata pencaharian ratusan pekerja yang bergantung pada sektor tersebut.<\/p>\n<p>Sumber: Detik<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha mikro dan kecil di Kabupaten Cianjur. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah industri tahu dan tempe yang sangat bergantung pada pasokan kedelai impor sebagai bahan baku utama. Kenaikan harga kedelai dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya produksi melonjak. Di saat yang sama, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8113,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5,990],"tags":[1474,1468,1471,1477,1464,1478,1466,1467,1473,1475,999,1470,1465,1472,1463,1461,1460,1476,1462,1469],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8112"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8112"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8114,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8112\/revisions\/8114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}