{"id":7876,"date":"2025-11-08T13:53:38","date_gmt":"2025-11-08T06:53:38","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=7876"},"modified":"2025-11-08T18:16:49","modified_gmt":"2025-11-08T11:16:49","slug":"kereta-api-cianjur-padalarang-bandung-akan-beroperasi-kembali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/kereta-api-cianjur-padalarang-bandung-akan-beroperasi-kembali\/","title":{"rendered":"Kereta Api Cianjur Bandung Akan Beroperasi Kembali &#8211; Kemenhub Siapkan Dana Rp256 Miliar"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIANJUR.CO<\/strong> &#8211; Rencana reaktivasi jalur kereta api Cianjur Bandung akhirnya kembali mencuat ke publik. Nantinya, lintasan ini akan menjadi penghubung penting antara jalur Bogor\u2013Sukabumi\u2013Cianjur\u2013Padalarang hingga ke Bandung. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan peninjauan jalur kereta dari Stasiun Gambir menuju Bogor dan Sukabumi pada Rabu 30 agustus 2025 lalu.<\/p>\n<p data-start=\"390\" data-end=\"691\">Menurut Menhub, pemerintah ingin menjadikan perjalanan kereta di wilayah ini lebih nyaman dan efisien. \u201cKita ingin jalur kereta ini bukan hanya berhenti di Bogor\u2013Sukabumi, tapi bisa lanjut sampai Padalarang dan Bandung. Jadi masyarakat punya pilihan transportasi yang cepat dan terjangkau,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"390\" data-end=\"691\"><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/rencana-tol-bocimi-cianjur-padalarang\/\">Rencana Tol Bocimi \u2013 Cianjur \u2013 Padalarang Menelan Anggaran sekitar Rp7,7 triliun<\/a><\/p>\n<p data-start=\"693\" data-end=\"1001\">Saat ini, perjalanan kereta dari arah Bogor baru bisa berakhir di Stasiun Cianjur melalui jalur Sukabumi. Sementara dari arah Bandung, rel aktif baru mencapai Stasiun Padalarang. Reaktivasi jalur ini diharapkan bisa menyatukan kedua ujung lintasan tersebut agar perjalanan lintas kota menjadi lebih lancar.<\/p>\n<p data-start=\"1003\" data-end=\"1339\">Budi Karya menambahkan, langkah ini dilakukan karena tingginya arus pergerakan masyarakat di wilayah Bogor, Sukabumi, hingga Cianjur. \u201cKita tahu jalan raya di kawasan ini sudah sangat padat, terutama di jalur Sukabumi\u2013Bogor. Macetnya parah karena ruas jalan kecil tapi kendaraan pribadi dan angkutan barang terus meningkat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-start=\"1341\" data-end=\"1624\">Kemenhub berupaya mengalihkan sebagian beban lalu lintas itu ke transportasi kereta api, terutama untuk angkutan logistik. \u201cKalau logistik bisa diangkut lewat rel, otomatis beban jalan bisa berkurang. Ini juga akan membuat perjalanan masyarakat lebih lancar,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p data-start=\"1626\" data-end=\"1933\">Selain menghidupkan jalur lama, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kualitas layanan dan sarana kereta agar bisa menarik minat pengguna dari kalangan menengah. \u201cKami ingin kereta yang nyaman, tepat waktu, dan modern, sehingga orang tidak ragu beralih dari kendaraan pribadi ke kereta,\u201d ujar Budi Karya.<\/p>\n<p data-start=\"1935\" data-end=\"2195\">Ia juga berharap pengangkutan barang seperti air minum bisa memanfaatkan jalur rel, terutama pada malam hari saat lintasan tidak padat penumpang. \u201cDengan begitu, kereta tidak hanya mengangkut orang tapi juga mendukung distribusi logistik nasional,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p data-start=\"2197\" data-end=\"2604\">Di sisi lain, Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian, Zulfikri, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang menyiapkan anggaran dan perencanaan teknis untuk memperbaiki jalur Bogor\u2013Sukabumi serta Sukabumi\u2013Cianjur. \u201cKami sedang menyusun <em data-start=\"2434\" data-end=\"2461\">Detail Engineering Design<\/em> (DED). Nantinya proyek ini akan dijalankan dengan sistem <em data-start=\"2519\" data-end=\"2537\">design and build<\/em>, jadi begitu desainnya siap, langsung bisa dikerjakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"2606\" data-end=\"2904\">Zulfikri menambahkan, proses pembangunan kemungkinan besar akan mulai berjalan tahun depan. Untuk tahap awal, Kemenhub telah menyiapkan dana sekitar Rp256 miliar guna mereaktivasi jalur kereta api Cianjur Bandung (Padalarang) sepanjang 40 kilometer. Jalur ini sebenarnya sudah ada, tetapi sudah lama tidak beroperasi.<\/p>\n<p data-start=\"2906\" data-end=\"3088\">\u201cKalau nanti sudah aktif, jalur Cianjur\u2013Padalarang bisa langsung tersambung ke lintasan menuju Bandung. Artinya, konektivitas antarkota di Jawa Barat akan semakin kuat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p data-start=\"3090\" data-end=\"3400\">Dalam kunjungan lapangan tersebut, Menhub turut didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso dan Senior Manager Humas PT KAI Daop I, Suprapto. Kehadiran mereka menandakan keseriusan pemerintah dalam mempercepat integrasi transportasi publik di wilayah Jawa Barat bagian barat dan selatan.<\/p>\n<p data-start=\"3402\" data-end=\"3724\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Rencana reaktivasi jalur kerete api Cianjur Bandung (Padalarang) ini pun disambut positif oleh masyarakat. Banyak yang berharap jalur kereta Cianjur\u2013Padalarang bisa kembali beroperasi setelah puluhan tahun tidak aktif, karena kehadirannya diyakini dapat memangkas waktu tempuh, mengurangi kemacetan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di sepanjang jalur tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CIANJUR.CO &#8211; Rencana reaktivasi jalur kereta api Cianjur Bandung akhirnya kembali mencuat ke publik. Nantinya, lintasan ini akan menjadi penghubung penting antara jalur Bogor\u2013Sukabumi\u2013Cianjur\u2013Padalarang hingga ke Bandung. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan peninjauan jalur kereta dari Stasiun Gambir menuju Bogor dan Sukabumi pada Rabu 30 agustus 2025 lalu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7877,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[927,918,929,928,933,932,923,920,930,926,921,925,919,917,931,924,922],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7876"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7876"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7876\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7880,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7876\/revisions\/7880"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}