{"id":7804,"date":"2025-10-13T12:26:56","date_gmt":"2025-10-13T05:26:56","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=7804"},"modified":"2025-10-13T12:26:56","modified_gmt":"2025-10-13T05:26:56","slug":"pendakian-gunung-gede-di-tutup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/pendakian-gunung-gede-di-tutup\/","title":{"rendered":"Pendakian Gunung Gede dan Pangrango Ditutup Sementara Akibat Masalah Sampah"},"content":{"rendered":"<p>CIANJUR.CO &#8211; Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) mengumumkan penutupan sementara seluruh jalur pendakian Gunung Gede dan Pangrango. Kebijakan ini mulai berlaku pada <strong data-start=\"272\" data-end=\"298\">Senin, 13 Oktober 2025<\/strong>, sesuai dengan <strong data-start=\"314\" data-end=\"389\">Memorandum Direktur Jenderal KSDAE Nomor M.105\/KSDAE\/PJL\/KSA.04\/10\/2025<\/strong> yang diterbitkan pada <strong data-start=\"412\" data-end=\"430\">9 Oktober 2025<\/strong> mengenai pengelolaan aktivitas pendakian di kawasan taman nasional.<\/p>\n<p data-start=\"502\" data-end=\"891\">Gunung Gede dan Pangrango selama ini menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki berkat <strong data-start=\"596\" data-end=\"629\">pesona alam pegunungan tropis<\/strong>, keberadaan <strong data-start=\"642\" data-end=\"669\">flora dan fauna endemik<\/strong>, serta <strong data-start=\"677\" data-end=\"705\">lokasinya yang strategis<\/strong> di antara wilayah <strong data-start=\"724\" data-end=\"752\">Jabodetabek dan Sukabumi<\/strong>. Namun, meningkatnya jumlah pendaki ternyata juga menimbulkan persoalan baru, yaitu <strong data-start=\"837\" data-end=\"888\">menumpuknya sampah di sepanjang jalur pendakian<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"502\" data-end=\"891\"><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/warung-tebing-puncak-pass\/\">Nongkrong Asik Sambil Menikmati Udara dan View Pegunungan di Warung Tebing Puncak Pass<\/a><\/p>\n<p data-start=\"895\" data-end=\"1219\">\u201cTingginya antusiasme pendaki menjadi tantangan tersendiri dalam hal pengelolaan sampah dan kapasitas jalur pendakian. Masalah sampah ini berulang kali mendapat sorotan publik karena berdampak pada kenyamanan dan kelestarian ekosistem TNGGP,\u201d jelas <strong data-start=\"1144\" data-end=\"1160\">Arief Mahmud<\/strong>, Kepala Balai Besar TNGGP, pada Minggu, 12 Oktober 2025.<\/p>\n<p>Selama masa penutupan, pihak taman nasional akan melaksanakan <strong data-start=\"1283\" data-end=\"1318\">perbaikan tata kelola pendakian<\/strong> yang berfokus pada penerapan konsep <strong data-start=\"1355\" data-end=\"1395\">\u201cZero Waste Wisata Pendakian Gunung\u201d<\/strong>. Dalam program ini, berbagai pihak dilibatkan \u2014 mulai dari <strong data-start=\"1455\" data-end=\"1551\">petugas taman nasional, komunitas pecinta alam, akademisi, mitra, hingga pelaku usaha wisata<\/strong> \u2014 untuk melakukan kegiatan <strong data-start=\"1579\" data-end=\"1642\">pembersihan, pengangkutan, pemilahan, dan pengolahan sampah<\/strong> di jalur pendakian.<\/p>\n<p data-start=\"1666\" data-end=\"1844\">Selain fokus pada kebersihan, penutupan sementara ini juga dimanfaatkan untuk <strong data-start=\"1744\" data-end=\"1791\">menata ulang sistem dan fasilitas pendakian<\/strong>. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li data-start=\"1848\" data-end=\"1913\">Evaluasi <strong data-start=\"1857\" data-end=\"1910\">prosedur perizinan dan sistem pendaftaran pendaki<\/strong>.<\/li>\n<li data-start=\"1916\" data-end=\"1985\">Penataan ulang <strong data-start=\"1931\" data-end=\"1963\">basecamp dan fasilitas dasar<\/strong> di titik pendakian.<\/li>\n<li data-start=\"1988\" data-end=\"2099\">Peningkatan <strong data-start=\"2000\" data-end=\"2055\">sarana, prasarana, serta sistem pengawasan lapangan<\/strong> melalui platform digital <strong data-start=\"2081\" data-end=\"2096\">SIAP GEPANG<\/strong>.<\/li>\n<li data-start=\"2102\" data-end=\"2356\"><strong data-start=\"2102\" data-end=\"2145\">Revitalisasi sistem pelayanan pendakian<\/strong>, termasuk perbaikan <strong data-start=\"2166\" data-end=\"2188\">basis data pendaki<\/strong>, peningkatan <strong data-start=\"2202\" data-end=\"2244\">kapasitas pemandu dan petugas lapangan<\/strong>, serta pengembangan program <strong data-start=\"2273\" data-end=\"2301\">edukasi \u201cPendaki Cerdas\u201d<\/strong> yang menanamkan nilai peduli alam dan peduli sampah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung upaya pelestarian alam Gunung Gede Pangrango sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/makanan-khas-cianjur\/\">22 Makanan Khas Cianjur Yang Wajib Di Coba<\/a><\/p>\n<p>Belakangan ini, beredar luas di media sosial sebuah video yang memperlihatkan kondisi pendakian Gunung Gede Pangrango yang dipenuhi tumpukan sampah di sepanjang jalur pendakian. Dalam rekaman tersebut, tampak berbagai jenis sampah berserakan di sejumlah titik, membuat jalur yang seharusnya bersih dan asri berubah menjadi kotor akibat ulah sebagian pendaki yang tidak menjaga kebersihan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CIANJUR.CO &#8211; Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) mengumumkan penutupan sementara seluruh jalur pendakian Gunung Gede dan Pangrango. Kebijakan ini mulai berlaku pada Senin, 13 Oktober 2025, sesuai dengan Memorandum Direktur Jenderal KSDAE Nomor M.105\/KSDAE\/PJL\/KSA.04\/10\/2025 yang diterbitkan pada 9 Oktober 2025 mengenai pengelolaan aktivitas pendakian di kawasan taman nasional. Gunung Gede dan Pangrango [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7805,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5,8],"tags":[776,558,782,781,779,783,780,778,777,784],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7804"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7804"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7804\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7806,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7804\/revisions\/7806"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7805"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}