{"id":7554,"date":"2025-07-12T13:27:37","date_gmt":"2025-07-12T06:27:37","guid":{"rendered":"https:\/\/cianjur.co\/news\/?p=7554"},"modified":"2025-07-13T03:42:11","modified_gmt":"2025-07-12T20:42:11","slug":"hari-jadi-cianjur-sejarah-dan-mitos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cianjur.co\/news\/hari-jadi-cianjur-sejarah-dan-mitos\/","title":{"rendered":"Hari Jadi Cianjur: Jejak Sejarah dan Mitos yang Tak Terlupakan"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"810\" data-end=\"1183\">Setiap tanggal <strong data-start=\"825\" data-end=\"836\">12 Juli<\/strong>, masyarakat Cianjur merayakan <strong data-start=\"867\" data-end=\"888\">Hari Jadi Cianjur<\/strong> dengan semarak budaya, kirab, upacara adat, hingga pertunjukan seni tradisional yang menggambarkan nilai-nilai luhur warisan leluhur. Namun, tahukah sobat Cianjur bahwa di balik peringatan tersebut, tersimpan kisah sejarah panjang dan mitos yang begitu erat dengan berdirinya Kabupaten Cianjur?<\/p>\n<p data-start=\"1185\" data-end=\"1355\">Dalam artikel ini, sobat Cianjur akan diajak menyelami asal-usul Hari Jadi Cianjur, tokoh sentral pendiri Cianjur, hingga mitos dan ritual yang masih lestari hingga kini.<\/p>\n<p data-start=\"1185\" data-end=\"1355\"><strong>Baca juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/cianjur.co\/news\/daftar-bupati-cianjur-dari-masa-ke-masa-lengkap-dan-terbaru\/\">Daftar Bupati Cianjur dari Masa ke Masa Lengkap dan Terbaru<\/a><\/p>\n<h2 data-start=\"1362\" data-end=\"1419\"><strong data-start=\"1365\" data-end=\"1419\">Sejarah Hari Jadi Cianjur: Dimulai dari Tahun 1677<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"1421\" data-end=\"1699\">Pemerintah Kabupaten Cianjur secara resmi menetapkan bahwa <strong data-start=\"1480\" data-end=\"1501\">Hari Jadi Cianjur<\/strong> jatuh pada <strong data-start=\"1513\" data-end=\"1536\">12 Juli.<\/strong>\u00a0Penetapan ini didasarkan pada hasil kajian sejarah yang dilakukan oleh para ahli sejarah lokal dan nasional yang menelusuri asal-usul berdirinya wilayah Cianjur.<\/p>\n<p data-start=\"1701\" data-end=\"2117\">Nama <strong data-start=\"1706\" data-end=\"1717\">Cianjur<\/strong> sendiri berasal dari kata <strong data-start=\"1744\" data-end=\"1759\">\u201cCai\u201d (air)<\/strong> dan <strong data-start=\"1764\" data-end=\"1792\">\u201cAnjur\u201d (mengalir turun)<\/strong>. Nama ini merujuk pada daerah yang subur, kaya akan sumber air yang mengalir dari pegunungan sekitar. Namun, secara historis, Hari Jadi Cianjur lebih dari sekadar penamaan geografis. Ini berkaitan erat dengan <strong data-start=\"2002\" data-end=\"2063\">tokoh pendiri Cianjur, yaitu Raden Aria Wira Tanu Datar I<\/strong>, atau dikenal juga dengan sebutan <strong data-start=\"2098\" data-end=\"2116\">Dalem Cikundul<\/strong>.<\/p>\n<h2 data-start=\"2124\" data-end=\"2186\"><strong data-start=\"2127\" data-end=\"2186\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Wira_Tanu_I\">Raden Aria Wira Tanu Datar I<\/a>: Pendiri Kabupaten Cianjur<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"2188\" data-end=\"2483\">Tokoh ini dipercaya sebagai <strong data-start=\"2216\" data-end=\"2242\">Bupati Pertama. <\/strong>Cianjur saat itu masih disebut padaleman yang berpusat di Cikundul , pengakuan Cianjur sebagai sebuah kabupaten (Regenchaaf) oleh penjajah Belanda baru terjadi setelah pemerintahan Cianjur dipimpin Rd. Aria Wiratanu II \/ Rd. Wiramanggala, putra sulung Dalem Cikundul ini diakui sebagai Regent (Bupati) Cianjur pada tahun 1691.<\/p>\n<p>Momentum itu menandakan perbedaan tersendiri bagi Cianjur dibanding kabupaten lainnya, karena terbentuknya Kabupaten Cianjur diawali dengan pembentukan padaleman mandiri oleh Dalem Cikundul sebelum akhirnya diakui sebagai Kabupaten oleh Belanda pada masa Rd. Aria Wiratanu II, proses ini tidak seperti kabupaten lainnya yang dibentuk langsung oleh Kesultanan Mataram.<\/p>\n<h2 data-start=\"2787\" data-end=\"2827\"><strong data-start=\"2790\" data-end=\"2827\">Penetapan Resmi Hari Jadi Cianjur<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"2829\" data-end=\"3134\">Penetapan tanggal 12 Juli sebagai Hari Jadi Cianjur ditetapkan berdasarkan kajian historis dari berbagai naskah kuno dan dokumen pemerintahan lama, termasuk Babad Cianjur dan catatan Belanda.<\/p>\n<p data-start=\"3136\" data-end=\"3348\">Sejak saat itu, tanggal tersebut diperingati secara konsisten oleh masyarakat dan pemerintah daerah dengan beragam acara adat dan budaya yang bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal.<\/p>\n<h2 data-start=\"3355\" data-end=\"3396\"><strong data-start=\"3358\" data-end=\"3396\">Tradisi Perayaan Hari Jadi Cianjur<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"3398\" data-end=\"3514\">Sobat Cianjur pasti pernah menyaksikan kemeriahan Hari Jadi Cianjur. Ada beberapa tradisi khas yang biasa dilakukan:<\/p>\n<h3 data-start=\"3516\" data-end=\"3539\"><strong data-start=\"3520\" data-end=\"3539\">1. Kirab Budaya<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3540\" data-end=\"3707\">Ribuan warga, pelajar, seniman, dan komunitas adat berjalan kaki mengenakan pakaian adat Sunda sambil membawa miniatur rumah adat, hasil bumi, dan ikon budaya Cianjur.<\/p>\n<h3 data-start=\"3709\" data-end=\"3755\"><strong data-start=\"3713\" data-end=\"3755\">2. Doa Bersama di Makam Dalem Cikundul<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3756\" data-end=\"3940\">Ziarah dan doa bersama di <strong data-start=\"3782\" data-end=\"3841\">Kompleks Makam Raden Aria Wira Tanu Datar I di Cikundul<\/strong> menjadi bagian penting peringatan. Tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Cianjur.<\/p>\n<h3 data-start=\"3942\" data-end=\"3986\"><strong data-start=\"3946\" data-end=\"3986\">3. Upacara Adat dan Seni Tradisional<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3987\" data-end=\"4132\">Pagelaran seperti <strong data-start=\"4005\" data-end=\"4066\">wayang golek, jaipongan, pencak silat, dan rampak kendang<\/strong> disajikan sebagai simbol semangat menjaga warisan budaya leluhur.<\/p>\n<h2 data-start=\"294\" data-end=\"388\"><strong data-start=\"297\" data-end=\"388\">Legenda Eyang Suryakencana dan Kuda Kosong: Mitos yang Menyatu dengan Hari Jadi Cianjur<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"390\" data-end=\"706\">Tak lengkap rasanya membahas Hari Jadi Cianjur tanpa menyinggung sosok legendaris yang begitu dihormati oleh masyarakat tatar Sunda, khususnya warga Cianjur, yaitu <strong data-start=\"554\" data-end=\"576\">Eyang Suryakencana<\/strong>. Nama beliau bukan hanya hidup dalam cerita rakyat, tetapi juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Cianjur setiap tahunnya.<\/p>\n<h3 data-start=\"713\" data-end=\"749\"><strong data-start=\"717\" data-end=\"749\">Siapakah Eyang Suryakencana?<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"751\" data-end=\"1158\">Eyang Suryakencana dipercaya sebagai sosok <strong data-start=\"794\" data-end=\"821\">makhluk spiritual sakti<\/strong> yang bersemayam di <strong data-start=\"841\" data-end=\"856\">Gunung Gede<\/strong>, yang secara spiritual memiliki ikatan kuat dengan masyarakat Cianjur. Banyak yang mempercayai beliau sebagai putra dari <strong data-start=\"978\" data-end=\"997\">Prabu Siliwangi<\/strong> yang memilih untuk <strong data-start=\"1017\" data-end=\"1051\">mengasingkan diri ke alam gaib<\/strong>, menjauh dari hiruk-pikuk dunia manusia, dan menjadi penjaga wilayah selatan Jawa Barat, termasuk Cianjur.<\/p>\n<p data-start=\"1160\" data-end=\"1426\">Beberapa sumber menyebutkan bahwa beliau merupakan <strong data-start=\"1211\" data-end=\"1239\">keturunan raja Pajajaran<\/strong> yang sakti dan suci, menjaga keseimbangan alam dan spiritual masyarakat sekitar. Sosoknya dikenal bersahaja, pelindung masyarakat, dan penjaga tanah Sunda dari bencana dan gangguan gaib.<\/p>\n<h3 data-start=\"1433\" data-end=\"1476\"><strong data-start=\"1437\" data-end=\"1476\">Mitos Kemunculan Eyang Suryakencana<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1478\" data-end=\"1696\">Legenda menyebutkan bahwa Eyang Suryakencana kadang menampakkan diri <strong data-start=\"1547\" data-end=\"1572\">di puncak Gunung Gede<\/strong> atau <strong data-start=\"1578\" data-end=\"1624\">melalui mimpi para sesepuh atau tokoh adat<\/strong>, terutama menjelang peristiwa besar seperti perayaan Hari Jadi Cianjur.<\/p>\n<p data-start=\"1698\" data-end=\"2009\">Konon, jika Cianjur berada dalam situasi genting \u2014 entah secara sosial, bencana alam, atau konflik, maka <strong data-start=\"1803\" data-end=\"1897\">roh Eyang Suryakencana dipercaya akan turun tangan memberikan pertolongan secara spiritual<\/strong>. Mitos ini tetap hidup hingga kini dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Cianjur.<\/p>\n<h3 data-start=\"2016\" data-end=\"2073\"><strong data-start=\"2020\" data-end=\"2073\">Tradisi Kuda Kosong: Arak-arakan Tanpa Penunggang<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"2075\" data-end=\"2197\">Salah satu tradisi yang erat kaitannya dengan Eyang Suryakencana dan Hari Jadi Cianjur adalah <strong data-start=\"2169\" data-end=\"2196\">arak-arakan Kuda Kosong<\/strong>.<\/p>\n<h4 data-start=\"2199\" data-end=\"2228\"><strong data-start=\"2204\" data-end=\"2228\">Apa itu Kuda Kosong?<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"2229\" data-end=\"2427\">Kuda Kosong adalah <strong data-start=\"2248\" data-end=\"2281\">seekor kuda yang dihias megah<\/strong> seperti membawa penunggang, lengkap dengan pelana, payung kehormatan, dan simbol kerajaan. Namun, tidak ada satu pun manusia yang menungganginya.<\/p>\n<p data-start=\"2429\" data-end=\"2640\">Masyarakat meyakini bahwa <strong data-start=\"2455\" data-end=\"2530\">Kuda Kosong ini ditunggangi secara gaib oleh Eyang Suryakencana sendiri<\/strong>, sebagai bentuk restu terhadap acara Hari Jadi Cianjur. Kuda ini selalu berada di barisan depan kirab budaya.<\/p>\n<h3 data-start=\"2647\" data-end=\"2681\"><strong data-start=\"2651\" data-end=\"2681\">Makna Simbolik Kuda Kosong<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"2683\" data-end=\"2753\">Kuda Kosong bukan sekadar atraksi tradisi, melainkan simbol kuat dari:<\/p>\n<ul data-start=\"2755\" data-end=\"2908\">\n<li data-start=\"2755\" data-end=\"2799\">\n<p data-start=\"2757\" data-end=\"2799\"><strong data-start=\"2757\" data-end=\"2799\">Kepercayaan spiritual terhadap leluhur<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2800\" data-end=\"2851\">\n<p data-start=\"2802\" data-end=\"2851\"><strong data-start=\"2802\" data-end=\"2851\">Kehormatan tertinggi untuk Eyang Suryakencana<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2852\" data-end=\"2908\">\n<p data-start=\"2854\" data-end=\"2908\"><strong data-start=\"2854\" data-end=\"2908\">Rasa syukur atas keselamatan dan kesuburan Cianjur<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2910\" data-end=\"3130\">Dalam tradisi Sunda, roh leluhur yang masih \u201cmengawal\u201d kehidupan masyarakat sering diberi simbol fisik agar tetap dihormati. Kuda Kosong menjadi bentuk penghormatan tertinggi masyarakat Cianjur kepada Eyang Suryakencana.<\/p>\n<h3 data-start=\"3137\" data-end=\"3172\"><strong data-start=\"3141\" data-end=\"3172\">Fenomena Mistis Kuda Kosong<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3174\" data-end=\"3258\">Ada banyak cerita mistis yang berkembang di kalangan masyarakat tentang Kuda Kosong:<\/p>\n<ul data-start=\"3260\" data-end=\"3684\">\n<li data-start=\"3260\" data-end=\"3387\">\n<p data-start=\"3262\" data-end=\"3387\">Saat kuda ini berjalan dalam kirab, <strong data-start=\"3298\" data-end=\"3334\">angin kencang tiba-tiba berembus<\/strong>, dianggap sebagai pertanda kehadiran roh sang Eyang.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3388\" data-end=\"3503\">\n<p data-start=\"3390\" data-end=\"3503\">Ada saksi mata yang mengaku melihat <strong data-start=\"3426\" data-end=\"3480\">bayangan samar penunggang kuda berpakaian kerajaan<\/strong> di atas punggung kuda.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3504\" data-end=\"3684\">\n<p data-start=\"3506\" data-end=\"3684\">Tidak sembarang orang boleh memandangi kuda ini dari dekat atau menyentuhnya. Hanya orang-orang tertentu yang telah \u201cdibersihkan\u201d secara spiritual yang diperbolehkan menuntunnya.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"3691\" data-end=\"3743\"><strong data-start=\"3695\" data-end=\"3743\">Lokasi Kemunculan dan Perjalanan Kuda Kosong<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3745\" data-end=\"4089\">Biasanya, Kuda Kosong mulai diarak dari <strong data-start=\"3785\" data-end=\"3811\">area Alun-Alun Cianjur<\/strong>, melewati <strong data-start=\"3822\" data-end=\"3841\">Jalan Siliwangi<\/strong>, lalu menuju <strong data-start=\"3855\" data-end=\"3884\">Pendopo Kabupaten Cianjur<\/strong>, dan terkadang menyambangi <strong data-start=\"3912\" data-end=\"3945\">Kompleks Makam Dalem Cikundul<\/strong> sebelum kembali ke titik awal. Rute ini tidak berubah dari tahun ke tahun, mengikuti \u201cjalur spiritual\u201d yang telah ditetapkan para sesepuh adat.<\/p>\n<h3 data-start=\"4096\" data-end=\"4141\"><strong data-start=\"4100\" data-end=\"4141\">Waktu Terbaik Menyaksikan Tradisi Ini<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"4143\" data-end=\"4425\">Jika sobat Cianjur ingin menyaksikan langsung <strong data-start=\"4189\" data-end=\"4204\">Kuda Kosong<\/strong> dan arak-arakan Hari Jadi Cianjur, maka datanglah pada tanggal <strong data-start=\"4268\" data-end=\"4289\">12 Juli pagi hari<\/strong>, sekitar pukul <strong data-start=\"4305\" data-end=\"4324\">08.00\u201311.00 WIB<\/strong>. Perayaan ini akan memadukan unsur spiritual, budaya, seni, dan keramaian rakyat yang sangat meriah.<\/p>\n<h3 data-start=\"4432\" data-end=\"4483\"><strong data-start=\"4436\" data-end=\"4483\">Pesan Moral dari Legenda Eyang Suryakencana<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"4485\" data-end=\"4801\">Masyarakat Cianjur percaya bahwa <strong data-start=\"4518\" data-end=\"4590\">hubungan antara dunia nyata dan dunia spiritual tidak boleh terputus<\/strong>. Dengan menjaga nilai-nilai budaya seperti menghormati leluhur, menjaga keseimbangan alam, serta hidup rukun dan damai, sobat Cianjur telah ikut meneruskan wasiat leluhur dan menjaga warisan budaya tanah Sunda.<\/p>\n<h2 data-start=\"5076\" data-end=\"5138\"><strong data-start=\"5079\" data-end=\"5138\">Lokasi dan Akses ke Tempat Bersejarah Hari Jadi Cianjur<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"5140\" data-end=\"5260\">Untuk sobat Cianjur yang ingin menelusuri jejak sejarah Hari Jadi Cianjur secara langsung, berikut informasi pentingnya:<\/p>\n<h3 data-start=\"5262\" data-end=\"5285\"><strong data-start=\"5266\" data-end=\"5285\">Alamat Penting:<\/strong><\/h3>\n<ul data-start=\"5286\" data-end=\"5451\">\n<li data-start=\"5286\" data-end=\"5451\">\n<p data-start=\"5288\" data-end=\"5451\"><strong data-start=\"5288\" data-end=\"5321\">Kompleks Makam Dalem Cikundul<\/strong><br data-start=\"5321\" data-end=\"5324\" \/><span class=\"LrzXr\">Cijagang, Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur <\/span>, Jawa Barat<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"5453\" data-end=\"5473\"><strong data-start=\"5457\" data-end=\"5473\">Akses Jalan:<\/strong><\/h3>\n<ul data-start=\"5474\" data-end=\"5754\">\n<li data-start=\"5474\" data-end=\"5525\">\n<p data-start=\"5476\" data-end=\"5525\">Dari pusat Kota Cianjur <strong>23<\/strong><strong data-start=\"5514\" data-end=\"5524\">\u00a0km<\/strong>.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5526\" data-end=\"5585\">\n<p data-start=\"5528\" data-end=\"5585\">Dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau empat.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5586\" data-end=\"5677\">\n<p data-start=\"5588\" data-end=\"5677\">Jalan utama yang dilalui adalah Jl. Arif Rahman Hakim &#8211; Jl. Pramuka &#8211; Jl. Aria Wiratanudatar &#8211; Jl. Raya Jamali &#8211; Jl. Meekar Galih Cinangsi &#8211; Makam Keramat Cikundul.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5678\" data-end=\"5754\">\n<p data-start=\"5680\" data-end=\"5754\">Waktu tempuh hanya sekitar 45\u00a0menit tergantung kondisi lalu lintas.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"5756\" data-end=\"5782\"><strong data-start=\"5760\" data-end=\"5782\">Harga Tiket Masuk:<\/strong><\/h3>\n<ul data-start=\"5783\" data-end=\"6007\">\n<li data-start=\"5783\" data-end=\"5932\">\n<p data-start=\"5785\" data-end=\"5932\">Umumnya <strong data-start=\"5793\" data-end=\"5803\">gratis<\/strong>, namun jika sobat Cianjur datang dalam rangka ziarah atau acara budaya, akan ada <strong data-start=\"5885\" data-end=\"5903\">iuran sukarela<\/strong> untuk perawatan situs makam.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5933\" data-end=\"6007\">\n<p data-start=\"5935\" data-end=\"6007\">Parkir kendaraan sekitar Rp 5.000 \u2013 Rp 10.000 tergantung jenis kendaraan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-start=\"6014\" data-end=\"6058\"><strong data-start=\"6017\" data-end=\"6058\">Spot Wisata Sejarah di Sekitar Lokasi<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"6060\" data-end=\"6202\">Jika sobat Cianjur berkunjung saat Hari Jadi Cianjur, tak ada salahnya mampir ke lokasi-lokasi berikut yang dekat dengan titik pusat perayaan:<\/p>\n<h3 data-start=\"6204\" data-end=\"6230\"><strong data-start=\"6208\" data-end=\"6230\">1. Pendopo Cianjur<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"6231\" data-end=\"6380\">Bangunan peninggalan kolonial yang masih berdiri kokoh dan sering digunakan sebagai tempat resepsi dan kegiatan pemerintahan saat perayaan hari jadi.<\/p>\n<h3 data-start=\"6382\" data-end=\"6413\"><strong data-start=\"6386\" data-end=\"6413\">2. Masjid Agung Cianjur<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"6414\" data-end=\"6553\">Masjid ini menjadi tempat berkumpulnya warga dalam acara doa bersama dan syukuran Hari Jadi Cianjur. Lokasinya berada di Alun-Alun Cianjur.<\/p>\n<h3 data-start=\"6555\" data-end=\"6583\"><strong data-start=\"6559\" data-end=\"6583\">3. Alun-Alun Cianjur<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"6584\" data-end=\"6697\">Tempat utama berlangsungnya kirab budaya dan pentas seni. Pada 12 Juli, alun-alun biasanya dipadati ribuan warga.<\/p>\n<h2 data-start=\"6704\" data-end=\"6763\"><strong data-start=\"6707\" data-end=\"6763\">Nilai Filosofis Hari Jadi Cianjur bagi Generasi Muda<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"6765\" data-end=\"7146\">Bagi sobat Cianjur generasi muda, Hari Jadi Cianjur bukan sekadar tanggal bersejarah. Ini adalah pengingat bahwa Cianjur dibangun atas dasar <strong data-start=\"6906\" data-end=\"6973\">gotong royong, nilai spiritual, dan tata nilai Sunda yang luhur<\/strong>. Melalui peringatan ini, kita diajak untuk <strong data-start=\"7017\" data-end=\"7065\">menghidupkan kembali semangat Dalem Cikundul<\/strong>, yaitu hidup dalam keharmonisan, menjaga lingkungan, dan mencintai budaya lokal.<\/p>\n<p data-start=\"7153\" data-end=\"7420\">Jika sobat Cianjur ingin memaknai lebih dalam Hari Jadi Cianjur, ikutlah dalam kegiatan budaya yang digelar setiap tahun. Kunjungi makam leluhur, pelajari sejarahnya, dan jadikan tanggal 12 Juli sebagai momentum kebanggaan akan identitas sebagai urang Cianjur sejati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap tanggal 12 Juli, masyarakat Cianjur merayakan Hari Jadi Cianjur dengan semarak budaya, kirab, upacara adat, hingga pertunjukan seni tradisional yang menggambarkan nilai-nilai luhur warisan leluhur. Namun, tahukah sobat Cianjur bahwa di balik peringatan tersebut, tersimpan kisah sejarah panjang dan mitos yang begitu erat dengan berdirinya Kabupaten Cianjur? Dalam artikel ini, sobat Cianjur akan diajak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7557,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5,534],"tags":[606,602,603,605,607,604],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7554"}],"collection":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7554"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7554\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7556,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7554\/revisions\/7556"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cianjur.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}